Monday, February 09, 2004

KEAKUAN DAN KESETIAAN

"Kamu nggak boleh selingkuh ya, awas!"
Kata-kata itu ada kalanya terucap dari mulut kita (wanita maupun pria) terhadap pasangan kita (terutama pacar, suami istri katanya sudah ada ikatan perkawinan, jadi tingkat kepercayaannya sudah lebih besar).
Kalau diajak berbicara tentang kesetiaan, apalagi sudah ada KATA-KATA AWAL SEPERTI ITU, seringkali aku merasa jengah dan sungkan.
Sebab, sesungguhnya KESETIAAN itu bukan diukur SEBERAPA BANYAK kita berjalan bersama, seberapa banyak kita nonton bersama, makan bersama. Ataupun SEBERAPA SERING KITA MENELEPON dan bertanya APA KABAR SAYANG.
Menurutku PULA, KESETIAAN BELUM TENTU PUDAR dengan berjalan atau nonton bersama ORANG LAIN (lawan jenis). KESETIAAN BELUM TENTU MENGHILANG dengan makan bersama ORANG LAIN, apalagi DENGAN HANYA MENELEPON ORANG LAIN. Belum Tentu. KESETIAAN ADALAH KESETIAAN, KESETIAAN ADALAH KESETIAAN ITU SENDIRI. BUKAN KEAKUAN.
BUKAN!
KESETIAAN MENURUTKU ADALAH SOAL HATI.
Hati yang benar-benar SUDAH TERTAMBAT pada orang yang kita sayangi, Hati yang benar-benar MENYATU DENGAN CINTA, BIASANYA AKAN SANGAT TEGAR dalam menegakkan PILAR-PILAR KESETIAAN.
Ah... Ternyata SULIT SEKALI MENGUKUR KEDALAMAN HATI...........

Po5t3d by : 1lalang L14r

No comments: