Friday, May 28, 2004

DAMAI KAMPUNGKU, DAMAI HATIKU

Akhirnya setelah sekian lama kerinduanku tertahan, datang juga saatnya aku pulang. Pulang menghadap emak dan bak (bapak) tercinta. Aku pulang dengan hati yang penuh kerinduan. Rindu belaian tangan emakku yang kokoh legam terbakar teriknya matahari, tapi penuh kelembutan dan kasih sayang. Rindu suara emakku yang (sampai sekarang merupakan suara yang) paling merdu di seluruh dunia. Rindu pada masakan emak-ku yang sangat spesial. Rindu empek-empek special buatan emakku. Rindu sambel ikan belida buatan emakku. Rindu petuah dan nasehat bapakku yang selalu sejuk dan penuh makna. Rindu kasih sayang emak dan bapakku yang sampai kapanpun tidak ada yang bisa menandinginya. Rindu pada adik-adikku yang (kata emak dan bak), sekarang sudah beranjak dewasa. Rinduku untuk mandi di beningnya sungai lematang yang mengalir di desaku. Rinduku pada sejuknya angin subuh menjelang pagi di kampungku. Rinduku pada kicauan burung serindit di saat mentari akan menampakkan diri. Rindu pada kampungku yang sudah tiga tahun tidak menyapaku lagi.
Kini... aku pulang kampungku, aku pulang...!
Peluk aku dalam damaimu.
Genggam aku dalam heningmu.

No comments: