Aku ingin bermain-main saja disini.
Menemukan sesuatu kemudian membawanya pulang.
Pulang ke tanahku. Tanahku! yang menumbuhkan pohon-pohon ketamakan.
Yang menumbuhkan bunga-bunga cinta yang bermekaran.
Yang menumbuhkan aroma busuk, aroma wangi, bermacam-macam.
Aku ingin membawakan untukmu. aroma wangi, bunga cinta yang bermekaran.
Tapi, apa lacur?
Kadang aroma busuk dan ketamakan itu yang kugenggam.
Pernah, suatu waktu.
Kau lemparkan segenggam putik yang hampir mekar
Kujemput, mengharap akan mekar
Orang berteriak: haram jadah! itu tak pantas untukmu
Aku diam dalam tanya
Sungguh, bagiku engkau tidak pantas mendapatkan itu, bidadari
Kenangan akan duka dan ceria itu
akan menempel di langit-langit kamarku
Kamarku? tepatnya kamar mereka, yang aku tukar dengan keringat pesingku.
inspirated by Mr. C Tik Tak Tik Buruli
Tampilan terbaik menggunakan FireFox. Sajak, puisi, pemikiran, keriuhan, kegalauan, kesendirian, kesepian dan kegembiraan anak manusia. Bagi yang ingin mengirim kisah tentang kesepian atau kegembiraan anda atau yang ingin menjalin persahabatan dan atau ingin berbagi pengalaman pribadi - silahkan via ilalangliar@gmail.com - saya akan menyambut dengan welcome. Ilalang Liar
Tuesday, November 09, 2004
Monday, November 08, 2004
Bertemu, Cinta, Rindu, Mengapa?
Kau tanya aku, mengapa kita harus bertemu? Aku diam. Ku kira engkaupun tidak perlu bertanya, dan tidak perlu menjawab.
Waktu mengantar kita untuk bertemu.
Dan, kala engkau dan aku jatuh cinta. Itu soal lain.
Dan, saat kita menyadari cinta ituadalah bukan rel milik kita, kita menganggap, itu soal lain. Kita lalui, kita jalani. Seakan tanpa beban.
Padahal di lubuk hati, dikalbu, di keseharian kita, resah itu ada.
Kemarin, saat engkau berjanji untuk bertemu, melepas rindu. Akupun mengiyakan, menyetujui.
Engkau katakan, aku gelisah. Ingin melepas, tapi tak kuasa.
Aku katakan, akupun begitu. Aku ingin, tapi kurasa aku tak mampu.
Pertemuan itu, kurasahanya indah di angan. Tapi tiada akan meringankan rindu.
Aku kadang ingin, ya, kadang ingin, rindu itu ada, hanya sebatas ada. Engkaupun begitu.
Tapi tak lama, saat lain kau katakan tak bisa pindah. Tak bisa melepas jeratan rasa.
Aku? Iya! Akupun begitu.
Saat kau tanya lagi. Sebenarnya mengapa kita harus bertemu? Apakah hanya untuk menderita rindu?
Aku tak bisa menjawab, tetap termangu.
Dan…. Rindu itu sepertinya tak pernah berlalu.
Waktu mengantar kita untuk bertemu.
Dan, kala engkau dan aku jatuh cinta. Itu soal lain.
Dan, saat kita menyadari cinta itu
Padahal di lubuk hati, dikalbu, di keseharian kita, resah itu ada.
Kemarin, saat engkau berjanji untuk bertemu, melepas rindu. Akupun mengiyakan, menyetujui.
Engkau katakan, aku gelisah. Ingin melepas, tapi tak kuasa.
Aku katakan, akupun begitu. Aku ingin, tapi kurasa aku tak mampu.
Pertemuan itu, kurasa
Aku kadang ingin, ya, kadang ingin, rindu itu ada, hanya sebatas ada. Engkaupun begitu.
Tapi tak lama, saat lain kau katakan tak bisa pindah. Tak bisa melepas jeratan rasa.
Aku? Iya! Akupun begitu.
Saat kau tanya lagi. Sebenarnya mengapa kita harus bertemu? Apakah hanya untuk menderita rindu?
Aku tak bisa menjawab, tetap termangu.
Dan…. Rindu itu sepertinya tak pernah berlalu.
Monday, November 01, 2004
Suara Hati
Dan kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus diambil, janganlah memilih dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah nafas dalam-dalam dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernafas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatianmu, tunggulah, dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarlah hatimu. Lalu ketika hati itu bicara, beranjaklah dan pergilah ke mana hatimu membawamu. (Va'dove ti porta il cuore, Susana Tamaro)
Disaat keinginan, cita-cita dan harapan yang tumbuh dan berkembang di Samudera Angan, disaat langkah terasa sudah kehabisan energi karena selalu pada tapak yang kita rasa 'gagal', terkadang kata hati harus kita dengarkan.
Monday, October 18, 2004
Hubungan Antar Manusia
Dari judulnye, jelas-jelas gue mo ngomong serius! serius banget... hehehe.. ;)
Tadi siang, dari jam 13.00 ampe jam 14.30 gue bersama temen-temen pengurus Serikat Pekerja nyang laen di tempat kerja, melayangkan surat Pemanggilan bagi pekerja asing (pekerja dari Jepang) yang dianggap 'sudah melenceng' dari tugasnya sesuai job deskripsi yang diperuntukan buat die.
Jadilah gue yang melakukan 'tuntutan' setelah gue dan didukung sama temen-temen nyang laen memaparkan kasus-kasus ntu orang Jepun dan keluhan-keluhan dari temen-temen gue di lapangan. Tuntutan kite sih, cuman mentak si Jepun itu di kembalikan ke habitatnya.... weks..!!!
Begitulah.
Ternyata hubungan antar manusia, lebih sering bermasalah karena 'misunderstanding' dan 'miskomunikasi'. Ntu si Jepun, memang udah ampir 6 taonan di Indo. tapi kalo soal nomong, tetep aja nyerocos make boso Londo.. eh, boso Jepun..! sahingga, ya sahingga, kite-kite nyang di lapangan pada bengong. Akibatnye... si Jepun marah-marah...!!!
alamak....!!!
Temen-temen di lapangan akhirnya pade ngadu ama kite-kite nyang jadi wakil mereka-mereka. Menurut temen-temen, kalo ini terjadi terus, bisa jadi terjadi 'tonjok-menonjok'. Wah, gawat!!!
mangkanye, kite punya inisiatif (daripade terjadi tonjok menonjok, kan gawat) supaye si Jepun itu di pulangin aje..
Tau dah Manajemen perusahaan mao apa kagak....
------ Lang lagi lieur nih... :) --------
Tadi siang, dari jam 13.00 ampe jam 14.30 gue bersama temen-temen pengurus Serikat Pekerja nyang laen di tempat kerja, melayangkan surat Pemanggilan bagi pekerja asing (pekerja dari Jepang) yang dianggap 'sudah melenceng' dari tugasnya sesuai job deskripsi yang diperuntukan buat die.
Jadilah gue yang melakukan 'tuntutan' setelah gue dan didukung sama temen-temen nyang laen memaparkan kasus-kasus ntu orang Jepun dan keluhan-keluhan dari temen-temen gue di lapangan. Tuntutan kite sih, cuman mentak si Jepun itu di kembalikan ke habitatnya.... weks..!!!
Begitulah.
Ternyata hubungan antar manusia, lebih sering bermasalah karena 'misunderstanding' dan 'miskomunikasi'. Ntu si Jepun, memang udah ampir 6 taonan di Indo. tapi kalo soal nomong, tetep aja nyerocos make boso Londo.. eh, boso Jepun..! sahingga, ya sahingga, kite-kite nyang di lapangan pada bengong. Akibatnye... si Jepun marah-marah...!!!
alamak....!!!
Temen-temen di lapangan akhirnya pade ngadu ama kite-kite nyang jadi wakil mereka-mereka. Menurut temen-temen, kalo ini terjadi terus, bisa jadi terjadi 'tonjok-menonjok'. Wah, gawat!!!
mangkanye, kite punya inisiatif (daripade terjadi tonjok menonjok, kan gawat) supaye si Jepun itu di pulangin aje..
Tau dah Manajemen perusahaan mao apa kagak....
------ Lang lagi lieur nih... :) --------
Tuesday, October 12, 2004
Satu Minggu Dalam Perenungan
Saat kegelisahan itu datang
Aku paksakan tenang
menapaki setiap langkah
Tiada berarti
Bukan kemana aku melangkah
Tapi mengapa aku melangkah
Hari-hari seperti tidak bertujuan
Siang habis oleh kepenatan
malam berlalu dengan kegalauan
Ada sejemput tanya dalam rongga dadaku
Apakah memang hidup adalah perputaran?
Aku paksakan tenang
menapaki setiap langkah
Tiada berarti
Bukan kemana aku melangkah
Tapi mengapa aku melangkah
Hari-hari seperti tidak bertujuan
Siang habis oleh kepenatan
malam berlalu dengan kegalauan
Ada sejemput tanya dalam rongga dadaku
Apakah memang hidup adalah perputaran?
Monday, October 04, 2004
Menikah!
Senang, gembira, bahagia bercampur haru. Saat menyaksikan pernikahan saudara saya dengan prosesi pernikahan adat Jawa di Sragen Jawa Tengah. Walaupun dalam silsilah keluarga, saudara saya ini sudah termasuk jauh, tapi dalam hal kedekatan ikatan bathin, kami sangat dekat. Sehingga, saya diminta hadir, bahkan menjadi saksi pada akad nikahnya. Hari Minggu-Senin-Selasa, 26-27-28 September 2004 yang lalu.
Banyak perbedaan signifikan yang saya temui dalam prosesi pernikahan ini bila di bandingkan dengan upacara pernikahan memakai adat Sumatera Selatan.
Di Sragen sana, mungkin juga untuk banyak daerah di Jawa Tengah, terutama Solo dan sekitarnya, upacara pernikahan antara lain ada prosesi SIRAMAN, INJAK TELUR, SUNGKEM dan lain-lainnya yang saya lupa namanya :) Yang jelas, Prosesi pernikahan itu dilaksanakan Tiga hari tiga malam terus menerus. Walah-walah!!! Badan terasa pegel-pegel, lemes dan kaku. Apalagi, kami dari keluarga PENGANTIN KAKUNG (Pengantin Pria) juga diminta memakai pakaian adat Jawa, dengan keris di belakang. Sehingga posisi tubuh harus selalu tegak lurus, termasuk pada saat duduk....
Kalau yang sudah biasa sih, mungkin ok-ok saja. Tapi, saya yang tidak terbiasa dengan pakaian adat seperti itu cukup 'tersiksa' juga. hehehe...
Selamat menempuh hidup baru saudaraku, semoga menjadi keluarga yang bahagia sampai kakek nenek....
Banyak perbedaan signifikan yang saya temui dalam prosesi pernikahan ini bila di bandingkan dengan upacara pernikahan memakai adat Sumatera Selatan.
Di Sragen sana, mungkin juga untuk banyak daerah di Jawa Tengah, terutama Solo dan sekitarnya, upacara pernikahan antara lain ada prosesi SIRAMAN, INJAK TELUR, SUNGKEM dan lain-lainnya yang saya lupa namanya :) Yang jelas, Prosesi pernikahan itu dilaksanakan Tiga hari tiga malam terus menerus. Walah-walah!!! Badan terasa pegel-pegel, lemes dan kaku. Apalagi, kami dari keluarga PENGANTIN KAKUNG (Pengantin Pria) juga diminta memakai pakaian adat Jawa, dengan keris di belakang. Sehingga posisi tubuh harus selalu tegak lurus, termasuk pada saat duduk....
Kalau yang sudah biasa sih, mungkin ok-ok saja. Tapi, saya yang tidak terbiasa dengan pakaian adat seperti itu cukup 'tersiksa' juga. hehehe...
Selamat menempuh hidup baru saudaraku, semoga menjadi keluarga yang bahagia sampai kakek nenek....
Subscribe to:
Posts (Atom)