Tuesday, March 23, 2004

Tak Bisa Pindah Ke Lain Hati

Bulan merah jambu
luruh di kotamu
kuayun sendiri langkah-langkah sepi
menikmati angin...
menabur daun-daun
mencari gambaranmu di waktu lalu

Sisi ruang batinku
hampa rindukan pagi
tercipta nelangsa..
menembus sukma
terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

Begitu lelah sudah kuharus menepi
hidup t'lah ditambatkan
berlabuh dipantaimu

Sisi ruang batinku
hampa rindukan pagi
tercipta nelangsa
menembus sukma
terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah,pindah ke lain hati

sungguh ku akui...tak bisa ke lain hatii.
meingingatmu, mengenangmu, menggapai paras wajahmu
sendiri....

Nb : Moga lekas sembuh Yank..i miss u...
bY : Ny

Saturday, March 20, 2004

MARAHMU, SENYUMKU....

(Postingan yang lalu... 18 Maret 2004) mengisyaratkan suatu kemarahan seorang gadis yang hatinya lagi dirundung kegalauan (dan hatinya diliputi rasa kesedihan yang mendalam).....
Aku (ilalang) yang mendapati kemarahan seperti itu, sejenak tercenung. Namun kemudian seulas senyum menghias wajahku (yang kata orang cukup manis... hehehee).
Bukan kenapa-napa....
Aku tersenyum, karena ternyata: Setiap orang mempunyai kecenderungan untuk marah. Setiap orang mempunyai kecenderungan untuk tersinggung, dan setiap orang mempunyai kecenderungan untuk memaki.
Nah... berarti apabila suatu kemarahan, kita lawan pula dengan kemarahan, maka yang akan terjadi tentu dapat kita tebak: hilangnya atau berkurangnya kebahagiaan, bisa juga berkurangnya rasa persahabatan, terjadinya perkelahian, atau bahkan (untuk tingkat yang lebih besar, negara misalnya) bisa saja terjadi peperangan...
Banyak kita dengar cerita-cerita masa lalu, terjadinya sengketa bahkan terjadinya PEPERANGAN yang besar, akibat KEMARAHAN yang dilawan dengan kemarahan.
WAW..!!! Begitu besar pengaruh SUASANA HATI YANG BERADA DALAM KEMARAHAN....

Makanya, SAAT KEMARAHAN itu DIA TUMPAHKAN, aku BALAS DENGAN SENYUMAN yang TERINDAH yang aku miliki....
Kuharap semua orang akan mengerti, bahwa di dalam SENYUMKU TERSIMPAN PESAN pada dia, pada semua orang bahwa, AKU LEBIH MENYUKAI KEDAMAIAN, AKU LEBIH MENYUKAI KETENANGAN...

SEMOGA SENYUMKU DAPAT MENYEJUKKAN HATIMU KASIH......

Po5t3d by : 1lalang L14r

Thursday, March 18, 2004

.....

oh yah..emang seh kalo mo ngomong itu gampang banget..tapi gimana kalo kita yang hadapin masalah itu????apakah kita bisa berpikir ke situ?????ngomong yang jelas getoo..ngasih contoh yang clear kek!!!!..
One thing that u should know...isa gak ngomong yang gak nyinggung???!!!!!coba kamu yang jadi aku saat itu trus aku ngomong kayak gitu..gak enak banget bro`!!!!

Monday, March 15, 2004

KEBAHAGIAAN

"Saya yakin, hal yang terpahit yang kamu alami, itu belum seberapa dibandingkan dengan apa yang aku alami" Seorang teman suatu hari mengungkapkan perasaannya padaku.
"Koq..?" Aku menjawab tidak mengerti.
"Iya, sekarang coba katakan padaku, apa yang terpahit yang pernah kamu alami!"
"Mau makan tidak ada yang dimakan, hidup tidak sama dengan orang lain" Aku menjawab
"itu belum seberapa kawan!!, belum seberapa Lang" Aku diam, "sekarang menurut kamu, mana yang lebih menyakitkan, kamu tidak punya makanan untuk dimakan karena tidak punya, atau punya makanan tapi kamu tidak bisa memakannya?"
"itu mah sama saja..." aku menjawab seadanya. "Berarti kita tidak bisa makan toh?"
"Tidak, dong! Kalau kita tidak mempunyai makanan, jelas kita bisa mencari. Ini keadaannya berbeda, kami mempunyai makanan, tapi kami tidak boleh memakannya. Sakit sekali bukan!!!"
Itu Penggalan percakapan antara aku dan temanku beberapa hari yang lalu.
Percakapan yang terjadi diantara kami itu, membuatku berfikir tentang makna kebahagiaan (dan kemalangan).
Saya pernah mendengar, bahwa setiap orang pernah merasakan suatu keadaan dimana dia merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling malang, mungkin PALING MALANG DI DUNIA INI, pada saat itu, dia merasa tidak ada orang lain yang lebih malang dari dirinya....
Begitupun sebaliknya, ada saat orang merasakan suatu keadaan dimana dia merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling bahagia pada saat itu, mungkin PALING BAHAGIA DI DUNIA INI, tidak ada orang lain yang lebih bahagia dari dirinya....
Aku berkesimpulan bahwa Kadar atau ukuran kemalangan dan atau kebahagiaan yang kita pakai, ternyata tidaklah sama...!!
Bila A dan B terpaksa terlambat kuliah karena angkutan yang membawa mereka mogok, (katakanlah keadaan yang mereka hadapi sama), misalnya karena terlambat itu, mereka diberi tugas oleh dosennya untuk membuat kesimpulan bab V; maka si A dan B belum tentu akan berfikiran sama tentang tugas yang diberikan oleh dosennya itu.
Barangkali si A tidak merasa bersalah dan tidak patut dipersalahkan datang terlambat kuliah, karena memang dia tidak berencana untuk terlambat. Dia berangkat seperti biasanya, pada jam yang biasanya dia tidak terlambat sampai ke kampus untuk mengikuti perkuliahan.
Sehingga menurut si A, tugas dari dosennya itu adalah hukuman sekaligus menjadi beban (penderitaan / kemalangan) baginya. Dia mengerjakan tugasnya dengan rasa jengkel dan ogah-ogahan.
Barangkali B berfikiran lain. Dia merasa bahwa sudah selayaknyalah dia diberi tugas lebih oleh dosennya. Karena waktu masuk kuliah, mahasiswa lain sudah mengikuti perkuliahan bab V yang ditugaskan oleh dosennya itu. Sehingga, dia berterimakasih pada dosennya, karena dengan demikian dia tentu akan membaca dan mengerti apa yang tidak di dapat dari dosennya, karena datang terlambat itu. Dia merasa bahwa dosennya bersifat sangat bijaksana, dan ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosennya itu dengan penuh kesenangan dan kebahagiaan.
SATU KEADAAN SAMA yang DIPANDANG BERBEDA oleh Dua orang...
Penderitaan atau kemalangan dan Kebahagiaan ternyata adalah bagaimana cara kita memanage perasaan kita saat mensikapi suatu persoalan yang kita hadapi.
BAGAIMANA MENURUT ANDA??


Po5t3d by : 1lalang L14r

Wednesday, March 10, 2004

JERITA ABUNAWAS
Lang gak tau udah berapa kali baca kisah ini, tetapi tetap aja bikin ngakak kalau membacanya:

Alkisah, di Negeri seribu satu malam :
Abunawas dipanggil Sultan Baghdad
"Abu Nawas, aku dengar kamu adalah orang yang paling cerdik dinegeri ini" Begitu Sultan memulai kata. Abu Nawas, diam saja.
"Saya ingin kamu membuat cerita, tapi ingat..! cerita kamu itu harus berisi minimal seratus kata dan setiap kata mesti dimulai dengan huruf 'J'".
Terperanjatlah Abunawas, tapi setelah berfikir, diapun menjawab:
"Baiklah paduka yang mulia, saya akan buat cerita itu:"
"Jeng Juleha janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng Juleha jajal jualan jamu jarak jauh Jogya-Jakarta. Jamu jagoannya: jamu jahe.
"Jamu-jamuuu..., jamu jahe-jamu jaheee...!" Juleha jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan. Jariknya jatuh, Juleha jatuh jumpalitan.

Jeng Juleha jerit-jerit: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh..." Juleha jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga. Juleha jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan, juara judo. Jantungnya Jeng Juleha janda judes jadi jedag-jedug. Juleha janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack.

Johny justru jadi jelous Juleha jadi juliet-nya Jack. Johny juga jejaka jomblo, jalang, juga jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget. "Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya johny. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juleha. "Jangan jealous, John..." jawab Juleha.

Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil jerawatnya Juleha. Juleha jerit-jerit: "Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!" Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny, Jebreeet..., Jack jotos Johny. Jidatnya Johny jenong, jadi Jontor juga jendol... jeleekk. "John, jangan jahilin Juleha...!" jerit Jack...Jantungnya Johny jedot-jedotan, "Janji, Jack, janji... Johnny jera..." jawab Johny.

Juni, Jack jadikan Johny join jualan jajanan jejer Juleha. Jhony jadi jongosnya Jack-Juleha, jagain jongko, jualan jus jengkol jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny "jolly-jolly jumper."

Jumpalagi, jek...!!! jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja...!!! jusah...!!!

Sumber: Sarikata, alumni, dll
Po5t3d by : 1lalang L14r

Tuesday, March 02, 2004

Sekali Lagi Tentang Keyakinan (Cinta)

Semalam saya mendapatkan dua pertanyaan beruntun, dari seorang Gadis (yang kami berdua sepakat menyebut kami berdua menjalin niat untuk membuat saling pengertian tentang arah cinta kami berdua - *Ranny, silahkan koreksi bila sebutan itu dianggap kurang cocok bagimu..* ).
"Apakah kamu mencintai aku, Lang?"
"Apakah kamu akan memilihku bila ada orang ketiga, yang menurutmu dia lebih mengerti, lebih memahami dan mau menerimamu apa adanya?".

Satu hal yang aku dapat katakan, dan itu berhubungan dengan keyakinanku tentang suatu 'kekuatan' yang maha Berkehendak terhadap jodoh, hidup dan Masa Depan.
Aku tidak bisa menerka, apalagi membuat suatu jaminan bagi masa depanku, apalagi tentang masa depan orang lain.
Pertanyaan itu, hampir mirip dengan:
"Apakah kamu mau berhasil?"
Tentu kita akan menjawab iya.
"Apakah kamu yakin akan berhasil?"
Ups.....!!!
Pertanyaan itu akan membuat kita mungkin terdiam.
Karena untuk menjawab pertanyaan itu kita akan melihat dengan jujur apa kekuatan (strong) dan keberuntungan (opputunity) kita, sekaligus menilik kelemahan (weakness) dan ancaman (threat) kita.

Kembali ke pertanyaan itu...
Menurutku, pertanyaan itu lebih pada soal keyakinan tentang: APAKAH KITA AKAN MENJADI COCOK DENGAN PASANGAN kita atau tidak?
Banyak kita mendengar pernyataan, "saya mencintainya, tapi saya tidak dapat bertahan dengan caranya memperlakukan saya seperti itu"
"Cinta kita sudah tidak seirama, lebih baik kita berpisah...."
o o o....!!
Kalau begitu, apakah cinta yang membuat orang dapat tetap bertahan, atau memang karena adanya suatu saling pengertian, adanya saling kesesuaian dalam memandang sesuatu yang saya sebut KECOCOKAN itu?
Atau, apakah yang disebut dengan cinta itu memang sudah terdapat saling pengertian, adanya kesesuaian dalam memandang sesuatu, dan lain-lainnya?

Pertengkaran, adu mulut, bahkan keputusan untuk berpisah dengan pacar, atau bahkan dengan pasangan, menurut saya adalah refleksi dari ketidaksesuaian atau bahkan perbedaan cara pandang kita dalam melihat suatu permasalahan.
Saya, seorang anak manusia, yang mempunyai masa lalu, kehidupan pahit, masa lalu yang getir, yang sekaligus juga mempunyai masa kecil yang menyenangkan, masa remaja yang penuh angan dan impian, yang pernah mempunyai 'suatu masa' penuh khayal dan harapan...
dan itu tentu akan dipandang Sebagai BAGIAN dari hidup saya, karena setiap orang mempunyai masa lau (sepahit atau semanis apapun itu).
Dari situ, anda dan saya belum tentu mempunyai pandangan yang sama terhadap apa yang disebut MASA LALU itu.

Lalu, apakah dengan cinta akan membuat kita menjadi satu dalam KESEPAHAMAN tentang arah dan tujuan hidup?
Tentu pertanyaan itu akan kembali kepada kita masing-masing....
KARENA KADANGKALA CINTA BUKAN UNTUK DIUCAPKAN, KADANGKALA BUKAN UNTUK DIYAKINKAN, TETAPI LEBIH DARI ITU, CINTA ADALAH REFLEKSI DARI SALING PENGERTIAN UNTUK MEMBERI DAN MENERIMA DENGAN HATI YANG TULUS DALAM KEIKHLASAN....

Po5t3d by : 1lalang L14r