Sunday, June 16, 2013

Ini 'Saingan' Jembatan Tol Bali

Jakarta - Pembangunan tol atas laut pertama Indonesia di Bali sudah hampir selesai. Tol senilai Rp 2,4 triliun dan panjang 12,7 km ini mempunyai simpang susun yang berlokasi di atas laut Bali.

Biaya investasi jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Rp 2,4 triliun ini tidak menggunakan biaya APBN. Jalan Tol Nusa Dua Bali murni dibiayai oleh dana perusahaan dan pinjaman korporasi dalam negeri tanpa sedikitpun memberatkan APBN.

Di Indonesia, bisa jadi ini jalan tol terpanjang di atas laut yang pernah dibangun, tapi bukan yang pertama di dunia. Berikut ini beberapa jalan tol atas laut yang bisa menjadi pesaing jalan tol Bali, seperti dikutip detikFinance dari berbagai sumber, Rabu (12/6/2013).
 Jembatan Penang merupakan jembatan tol dua jalur yang menghubungkan Bayan Lepas di Pulau Penang dan Seberang Prai di daratan Semenanjung Malaysia. Jembatan ini juga berhubungan dengan Jalan Lintas Utara-Selatan di Prai dan Jalan Tol Jelutong di Bayan Lepas.

  1. Jembatan Toll Penang Malaysia
Jembatan tol ini dibuka pada 14 September 1985. Panjang keseluruhan jembatan ini sekitar 13,5 km, membuat jembatan ini salah satu jembatan terpanjang di Asia Tenggara dan merupakan landmark Malaysia.

Sebelum 1985, transportasi antara pulau Penang dan daratan hanya dilayani oleh feri antara Butterworth dan George Town. Pengguna jalan hanya perlu membayar tarif ketika menuju Penang, dan tidak perlu membayar ketika meninggalkan pulau, tarif sekali jalan 5,6 Ringgit.

Mulai 2004, jembatan tol ini  diperluas dari 4 lajur menjadi 6 untuk melayani lalu lintas yang meningkat. Kemudian pada 13 Agustus 2009 diresmikan Menteri PU Malaysia Dato’ Shaziman Abu Mansor.

 2. Chesapeake Bay Bridge

Jalan tol jembatan ini memiliki panjang 24,140 Km melintasi teluk Chesepake di Maryland Amerika. Jembatan ini menghubungkan pedesaan negara kawasan Pantai Timur dengan Barat Shore lebih perkotaan.

Rentang asli dibuka pada tahun 1952 dan, pada waktu itu, dengan panjang 6,9 km, itu adalah terpanjang terus menerus di dunia diatas air struktur baja. Rentang paralel ditambahkan pada tahun 1973.

3. Lake Pontchartrain Causeway


Lake Pontchartrain Causeway, di Amerika, adalah sebuah jembatan tol panjang dan terdiri dari dua jalur, yang dibangun di atas danau Pontchartrain, Lousiana, Amerika Serikat, mempunyai panjang 38,4 Km, menghubungkan dua buah kota besar di Amerika.

Bagian Selatan Jembatan ini terhubung dengan kota Metairie, sedangkan bagian utaranya terhubung dengan kota Mandeville. Jembatan Lake Pontchartrain Causeway, selesai dan diresmikan pada tahun 1956, dan diberlakukan sebagai jalan tol.

4. Jembatan Tol Jiaozhou Bay




Jembatan tol ini resmi dibuka oleh pemerintah China pada 30 Juni 2011. Jembatan tol ini diberi nama Jiaozhou Bay Bridge, berlokasi di Qingdao, China timur Provinsi Shandong. Jiaozhou Bay merupakan jembatan lintas laut terpanjang di dunia dengan panjang 42 kilometer atau 26,4 mil.

Pada waktu itu untuk menyelesaikan proyek ini memakan biaya US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 12,8 triliun. Jembatan tol ini ditopang oleh lebih dari 5.000 tiang. Pengerjaan jembatan selesai dalam 4 tahun. Jalan tol ini setiap harinya dilalui oleh 30.000 kendaraan, butuh 30 menit sebuah kendaraan untuk bisa melintasi tol ini.

sumber: detik.com

Sunday, March 03, 2013

Ukhty... Pangeran kaya belum tentu memiliki Hati

Cerita ini saya dapatkan dari berselancar di website dan tanpa sengaja mampir di salahsatu account facebook.

by Dhee Aiiraa Puthriie Pohan on Sunday, 18 March 2012 at 01:38  (facebook account)
Begini yang tertulis di facebook itu: 
Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, entahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

kenapa?” tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum... ^_^
 

"Ukhty, boleh saya cerita sedikit?" dia melanjurkan. "Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat."

“saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendirilah”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astaghfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yg di usapnya.

“anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah2an umi ridho”, begitu katanya.

Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti bekerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”
Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo ma jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaan.

Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.

Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”
. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku.

Mengambil tas laptopnya,, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.
Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..
Subhanallah..

sumber: Dhee Aiiraa(trmksh atas ceritanya) inspiratif banget...

Thursday, September 20, 2012

Aku Disini, di salah satu sudut kota ini...

Ketika penat melanda tubuh, rasanya tiada lain yang ingin aku lakukan selain kembali dalam ruang kamarku dan tidur... :)
Tapi bukan itu, bukan itu yang ingin aku katakan.

Terus terang, rasanya kepalaku penuh..
Rasanya banyak yang ingin aku ceritakan, rasanya banyak sekali yang ingin aku sampaikan. Tentang hari-hari pertama aku berada di kota minyak di Timur pulau Kalimantan ini, atau tentang pertemuanku dengan teman lama satu SMA-ku dulu.
Atau tentang hari-hari pergulatanku dalam menyesuaikan diri dengan rekan-rekan kerja baruku. Baru pertama menginjakkan kakiku di kantor baru, sudah bertumpuk cerita tentang tingkah pola teman-teman baruku. 
'Awas hati-hati lho sama dia, mas... orangnya arogan!'
atau 'dia itu orangnya kalem lho mas, tapi kalo dia udah ngga seneng sama oran, wah...'
atau 'mas, itu pak de, orang paling senior disini. harus jaga diri lho..'
Atau ingin rasanya aku menceritakan tentang 'harga makanan' disini yang menurutku bisa dua atau tiga kali harga makanan di Tangerang dan sekitarnya... waw...

hmmmmm......
Rasanya banyak sekali yang ingin aku ceritakan.

Tapi...
Aku ngga tahu harus memulai dari mana. Aku ngga tahu darimana semuanya harus aku mulai ceritakan, darimana aku rangkaikan dalam cerita di blog ini.
Rasa inginku, sepertinya hanya sebatas 'ingin' belaka, tertutup oleh ketidakmengertianku.

Imajinasiku tidak dapat tertuang dalam rangkaian kata-kata disini.
Jari-jariku rasanya tidak seirama dengan keinginanku tuk bercerita banyak tentang keadaaanku disini...

//////////atau... apakah memang hatiku sedang penat dengan keadaaan ini?\\\\\\\\
Tangerang, rasanya ingin aku kembali...

Balikpapan, Kamis, 20 September 2012 10:43 PM WITA

Sunday, September 16, 2012

Hakikat Cinta

Ketika break time jam 10 di tempatku bekerja...

Dalam sebuah penggalan bait kata-kata:
Bahwasanya ia tidak bertambah karena sikap baik orang yang dicintai dan tidak berkurang karena sikap acuh orang yang dicintai.

Berat memang, apalagi misalnya kita yang ditinggalkan.

hmmmm.....


Bisa kah?

Salah Satu Master XL telah kembali padaNya




Siapa yang tidak mengenal Siti Vi


Dia adalah seorang tokoh Excel Indonesia yang aktif menjadi moderator dan kontributor dua milis Excel (XL-Mania dan Belajar-Excel). Tak banyak orang yang tahu tentang sosok beliau yang sesungguhnya, karena dalam bermilis, beliau menggunakan nama imajiner, Mbak Siti Vi. Gayanya yang kocak dan khas dalam menjelaskan berbagai problem excel, menjadikan pembaca lebih mudah memahami berbagai konsep yang sudah. Sungguh tak ada duanya.

Siapa Sangka Bahwa Nama Siti Vi adalah hanya Nama Samaran, Dia Adalah Seorang Laki-laki yang Bernama Aseli : Mabrur Masyhud.


Hari Kamis, tanggal 13 September 2012 Kemaren Beliau telah Berpulang Ke Rahmatullah....

Ane turut berbelasungkawa atas wafatnya salah seorang Master Excel Indonesia, Mabrur Masyhud, atau yang lebih dikenal dengan Setyowati Devi /Mbak Siti Vi /Ctv karena serangan penyakit yang dideritanya. Semoga segala amal dan kebajikannya diterima di sisi Allah SWT serta ilmu yang di share mnjadi amal jariyah bagi beliau.
Aamiin.. Yaa Rabb..

Beliau (almarhum - red : aslinya adalah seorang kakek bernama Mabrur Masyhud), sudah sakit sejak lama dan sering masuk rumah sakit opname lalu boleh pulang dan begitu terus.
Saya kurang tahu persis sakitnya apa karena beliau juga gak mau cerita.
Semenjak kelahiran cucunya dari anak pertamanya (sekitar November tahun 2011), sakitnya mungkin semakin parah dan lebih sering butuh opname di rumah sakit.

Beliau juga sering rasan-rasan kalau kayanya sakitnya kok gak mau pergi dan kerasan didalam diri beliau.
Jadi beliau sejak tahun baru 2012 mulai pamit untuk tidak terlalu aktif dimilis dan akan lebih fokus menghadapi sakitnya.

Mungkin ada rekan Kaskusker yang mengetahui lebih banyak tentang beliau. 


Sumber: XL-Mania in kaukus.us

Selamat  jalan maha guru xl.
Doa kami menyertai


Wednesday, February 08, 2012

Senandung Hati

Aku tahu ada rasa itu di hatimu,
engkaupun tahu rasa itu masih ada. 
Walau tidak lugas dan tegas.
Kau sembunyikan rapat dan dalam, 
tetapi terkadang muncul dalam alunan rindu yang kau senandungkan dalam kidungmu.
hmm.. mesranya hatimu..

Engkau mungkin tidak bisa mengerti kenapa rasa itu muncul,
sering ada terbersit tanya tentang keanehan itu,
engkaupun menduga-duga, apakah gerangan ini.

Saranku padamu,
terima saja,
rasakan dan jalani hidupmu
yang penuh rasa dan warna...

4 someone yg sedang fall in love