Tampilan terbaik menggunakan FireFox. Sajak, puisi, pemikiran, keriuhan, kegalauan, kesendirian, kesepian dan kegembiraan anak manusia. Bagi yang ingin mengirim kisah tentang kesepian atau kegembiraan anda atau yang ingin menjalin persahabatan dan atau ingin berbagi pengalaman pribadi - silahkan via ilalangliar@gmail.com - saya akan menyambut dengan welcome. Ilalang Liar
Sunday, September 16, 2012
Salah Satu Master XL telah kembali padaNya
Siapa
yang tidak mengenal Siti Vi Dia adalah seorang tokoh Excel Indonesia yang aktif menjadi moderator dan kontributor dua milis Excel (XL-Mania dan Belajar-Excel). Tak banyak orang yang tahu tentang sosok beliau yang sesungguhnya, karena dalam bermilis, beliau menggunakan nama imajiner, Mbak Siti Vi. Gayanya yang kocak dan khas dalam menjelaskan berbagai problem excel, menjadikan pembaca lebih mudah memahami berbagai konsep yang sudah. Sungguh tak ada duanya.
Siapa Sangka Bahwa Nama Siti Vi adalah hanya Nama Samaran, Dia Adalah Seorang Laki-laki yang Bernama Aseli : Mabrur Masyhud.
Hari Kamis, tanggal 13 September 2012 Kemaren Beliau telah Berpulang Ke Rahmatullah....
Ane turut berbelasungkawa atas wafatnya salah seorang Master Excel Indonesia, Mabrur Masyhud, atau yang lebih dikenal dengan Setyowati Devi /Mbak Siti Vi /Ctv karena serangan penyakit yang dideritanya. Semoga segala amal dan kebajikannya diterima di sisi Allah SWT serta ilmu yang di share mnjadi amal jariyah bagi beliau.
Aamiin.. Yaa Rabb..
Beliau (almarhum - red : aslinya adalah seorang kakek bernama Mabrur Masyhud), sudah sakit sejak lama dan sering masuk rumah sakit opname lalu boleh pulang dan begitu terus.
Saya kurang tahu persis sakitnya apa karena beliau juga gak mau cerita.
Semenjak kelahiran cucunya dari anak pertamanya (sekitar November tahun 2011), sakitnya mungkin semakin parah dan lebih sering butuh opname di rumah sakit.
Beliau juga sering rasan-rasan kalau kayanya sakitnya kok gak mau pergi dan kerasan didalam diri beliau.
Jadi beliau sejak tahun baru 2012 mulai pamit untuk tidak terlalu aktif dimilis dan akan lebih fokus menghadapi sakitnya.
Mungkin ada rekan Kaskusker yang mengetahui lebih banyak tentang beliau.
Sumber: XL-Mania in kaukus.us
Selamat jalan maha guru xl.
Doa kami menyertai
Wednesday, February 08, 2012
Senandung Hati
Aku tahu ada rasa itu di hatimu,
engkaupun tahu rasa itu masih ada.
Walau tidak lugas dan tegas.
Kau sembunyikan rapat dan dalam,
Kau sembunyikan rapat dan dalam,
tetapi terkadang muncul dalam alunan rindu yang kau senandungkan dalam kidungmu.
hmm.. mesranya hatimu..
hmm.. mesranya hatimu..
Engkau mungkin tidak bisa mengerti kenapa rasa itu muncul,
sering ada terbersit tanya tentang keanehan itu,
engkaupun menduga-duga, apakah gerangan ini.
Saranku padamu,
terima saja,
rasakan dan jalani hidupmu
yang penuh rasa dan warna...
4 someone yg sedang fall in love
Monday, January 30, 2012
Mengapa Fitnah Itu Lebih Kejam Daripada Pembunuhan?
“Si A itu galak”.
“Si B itu nyebelin lho”.
Demikian 2 kalimat yang saya dengar beberapa waktu
belakangan di sebuah kantor. Beruntung, alih-alih mode gosip, yang muncul dalam
kepala saya adalah alarm Meta Model. Ya, 2 kalimat tersebut jelas-jelas
mengandung pelanggaran Meta Model, yang tidak saja punya efek hipnotik pada
pendengarnya, melainkan juga mengandung sugesti (content) yang berbahaya.
Wah, yang bener? Kalimat sederhana itu?
Betul.
Kok bisa?
Mari kita bahas satu per satu. Pertama, dua kalimat tersebut
jelas mengandung lost performative. Keduanya sama-sama tidak diberi subyek
pengucap, sehingga seolah-olah ia adalah pendapat banyak orang, bahkan semua
orang. Padahal, apa benar demikian? Menurut siapa Si A dan Si B galak dan
nyebelin? Apakah menurut sahabat mereka juga demikian? Bagaimana dengan
suami/istri mereka? Atau orang-orang yang pernah mereka bantu?
Kedua, kata ‘galak’ dan ‘nyebelin’ adalah 2 kata yang tidak
spesifik. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan galak? Apakah ia teriak-teriak?
Atau marah-marah? Atau berkata ‘ketus’? Apa pula yang dimaksud dengan
‘nyebelin’? Apakah ia seorang yang usil? Tidak kooperatif dalam bekerja sama?
Tidak peduli lingkungan?
Ketiga, kedua kalimat tersebut juga mengandung generalisasi
dan delesi. Bagaimana tidak? Mungkinkah ada orang yang selalu galak setiap
saat, setiap waktu, setiap tempat, kepada setiap orang? Anda tentu sepakat
untuk menjawab tidak, kan? Ya, sebab kalaupun ada orang yang demikian, pastilah
ia sudah lama meninggalkan dunia ini.
Loh, kok?
Ya iya lah. Kondisi marah adalah kondisi emosi yang sangat
intens. Seluruh tubuh berada dalam titik yang ekstrim, sehingga tidak mungkin
seseorang mampu bertahan dalam kondisi tersebut setiap saat kalau tidak
mengalami stroke.
Keempat, keduanya juga menimbulkan efek nominalisasi, dengan
menempelkan label ‘galak’ dan ‘nyebelin’ pada Si A dan Si B. Dengan demikian,
seolah-olah yang namanya Si A dan Si B itu adalah benda yang statis, yang hanya
punya satu macam sifat saja. Apakah mungkin ada orang yang demikian di dunia
ini, sama sekali tidak punya sifat lain?
Dan, apakah masih ada pola-pola pelanggaran lain? Tentu,
silakan Anda temukan.
Nah, semua hal ini tidak terjawab jika pendengar hanya
mendengarkan kalimat tersebut. Karenanya, sesuai struktur kerja pikiran yang
selalu berusaha untuk mencari sebuah penyelesaian dari loop yang sudah terbuka,
maka pendengar pastilah akan mencari makna sendiri.
Makna apakah itu?
Ya tergantung pendengarnya. Ini yang dinamakan proses TDS
alias transderivational search. Atau, mudahnya, proses pencarian ke dalam
pikiran masing-masing pendengar, makna yang paling cocok dengan informasi
tersebut. Maka Anda tentu bisa membayangkan berapa banyak kemungkinan persepsi
yang muncul dalam benak para pendengar, kan?
Ya, sebanyak pendengar itu sendiri!
Ada yang langsung mengkaitkan dengan orang tergalak yang
pernah ia temui. Ada yang teringat pada seseorang yang ia benci. Bahkan bisa
jadi ada yang langsung mengakses perasaan kesal yang pernah ia alami pada orang
lain, dan jutaan kemungkinan lain!
Lalu apa efeknya?
Tanpa disadari, para pendengar sedang menempelkan kondisi
pikiran-perasaan yang telah ia akses terhadap memorinya tentang Si A dan Si B.
Dan bahkan ketika mereka sebenarnya belumlah mengenal siapa keduanya, mereka
sudah memiliki persepsi subyektif bin negatif tentang keduanya.
Benarlah sebuah ajaran Nabi Muhammad SAW yang mengatakan
bahwa banyak orang yang berjalan ke neraka dengan wajah mereka, semuanya tak
lain adalah karena lisan. Benarlah pula bahwa fitnah itu jauh lebih kejam
daripada pembunuhan.
Maka mengapa kita tidak memohon ampun terhadap
entah berapa banyak kalimat serupa yang pernah tanpa sengaja kita ucapkan? Dan,
mengapa pula kita tidak mendeklarasikan diri untuk, mulai sekarang, senantiasa
menjaga setiap kata yang terlontar dari mulut kita?
sumber: Ferry Iswara facebook posting
Friday, January 13, 2012
Satu Lagi Arti Cinta
Suatu hari Alexander Smith, seorang penyair
Skotlandia menyatakan: love is but the discovery of ourself in others,
and the delight in the recognition.
Bagi pemuda seperti Joni, perkataan
penyair yang bersama Sydney Dobell melahirkan karya populer Soneta
Perang (1855) tersebut, menemukan makna dalam kehidupannya.
Sebagai pemuda
eSTewe (setengah tua), Joni nyaris memiliki semua yang didamba
perempuan. Wajah ganteng, kekayaan, dan hati yang tulus.
Sayang, ada sedikit yang mengganggu penampilannya. Ia agak bongkok.
Belakangan Joni gundah. Ia sedang jatuh cinta. Adelia, putri pengusaha Bandung yang ditemuinya tahun lalu menjerat hatinya.
“Memang Nak Joni baik hati. Namun terus terang putri saya sebenarnya takut pertama kali berkenalan dengan Anda.”
Itu perkataan ayah sang gadis kepadanya.
Sayang, ada sedikit yang mengganggu penampilannya. Ia agak bongkok.
Belakangan Joni gundah. Ia sedang jatuh cinta. Adelia, putri pengusaha Bandung yang ditemuinya tahun lalu menjerat hatinya.
“Memang Nak Joni baik hati. Namun terus terang putri saya sebenarnya takut pertama kali berkenalan dengan Anda.”
Itu perkataan ayah sang gadis kepadanya.
Tanpa putus asa, minggu lalu Joni minta izin bertemu secara pribadi dengan sang pujaan hatinya itu.
Syukur, Adelia menerima kehadiran Joni. Mereka bercakap-cakap tentang banyak hal, sampai akhirnya tiba pada topik yang penting soal hubungan kedua insan. Tentang mereka berdua.
“Apakah Lia percaya, jodoh ada di tangan Tuhan, bahkan sudah ditentukan sebelum kita dilahirkan?” tanya Joni
“Oh, ya saya percaya itu,” jawab sang gadis.
“Tradisi
keluarga kami pun begitu,” kata Joni lebih lanjut.
Menurut Joni, umumnya begitu seorang bayi lahir di dalam keluarganya, para sesepuh berteriak sambil menengadah kelangit, “Seorang anak telah lahir!” Lalu disurga terdengar jawaban, nanti jodohmu adalah si Anu.
Menurut Joni, umumnya begitu seorang bayi lahir di dalam keluarganya, para sesepuh berteriak sambil menengadah kelangit, “Seorang anak telah lahir!” Lalu disurga terdengar jawaban, nanti jodohmu adalah si Anu.
“Hal itu mereka lakukan ketika saya dilahirkan. Sayup-sayup
terdengar suara dari surga, ‘jodohmu bernama Adelia. Sayang, ia
terlahir bertubuh bengkok. “ mendengar itu seketika semua orang
menangis. Saya pun menjerit, “Oh, Tuhan. Kasihan dia, kalau dewasa nanti ia akan menderita. Kumohon aku saja yang menanggung bongkoknya. Biarkan dia lahir dan tumbuh sebagai gadis cantik.”
Suasana
pertemuan menjadi hening. Percaya atau tidak, ketulusan cinta Joni
menguatkan pernyataan Alexander di atas. Kedua sejoli itu akhirnya
menikah.
Intisari, September 2006 No. 518 Tahun XLIII
sumber: http://excel2102.wordpress.com
Tuesday, December 20, 2011
Kenangan Terindah Denganmu
Aku pikir tidak
akan ada wanita yang dapat menggantikan dirimu di hatiku hingga saat ini... Tapi,
aku salah... ternyata aku dapat mencarinya kembali.... walaupun tak seperti
dirimu, tak sesempurna dirimu.... bintang ku...
Karena, aku begitu mencintaimu, bahkan amat sangat mencintai mu...
Karena, aku begitu mencintaimu, bahkan amat sangat mencintai mu...
Hanya butuh satu
menit, sekali bertemu dan sekali berbicara denganmu untuk menyukaimu. Untuk
melupakan mu butuh waktu yang sangat lama....lama... dan lama....sekali....
atau bahkan mungkin seumur hidupku... (wah, ST12 banget... )Aku kecewa kepada dirimu.. ternyata, ia lebih berani untuk menerima cintaku. Waktu dulu... aku yang yang berkali-kali menyatakan cintaku, namun dirimu selalu mengatakan ”nanti” dan nanti....?? Aku rasa... tidak mungkin... Dirimu sebenarnya tidak mencintaiku (mungkin mulai kusadari itu).
Kini kisah cinta diam-diam kita telah berakhir.... karena aku telah mencintai wanita lain dan dirimu yang jauh di sana mungkin telah mencintai pria lain.. Akan ku ukir nama kita berdua di hatiku dan akan terus ku kenang hingga akhir hayat ku.
Lamat-lamat
kudengar lagu Samson – Kenangan Terindah:
Ooh...
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang tlah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah...
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang tlah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah...
Disadur dari beberapa tulisan (maaf sy lupa); bila ada yg merasa keberatan mohon hubungi email saya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

