PENYESALAN (DARI SEORANG GADIS AYU)
Aku yang pernah dekat dihati
Aku yang pernah menjadi teman dekatnya
Aku yang selalu dicinta dan disayangnya
Aku juga yang telah menyakiti hatinya
Sekian tahun sudah kita lewati hari-hari bersama
Penuh tawa, dan canda
Namun itu semua kini hanyalah kenangan
Yang Kadang bila teringat hanyalah menyakitkan
Seringnya Aku berkata “ Percayalah Aku Sayang “
Tapi kepercayaan yang dia berikan
Ku Khianati dan selalu kuabaikan
Sesungguhnya Aku tak pernah mencintainya
Aku menerimanya karena kasihan
Dia yang selalu membantuku
ku tak sanggup untuk menjalani semua ini
Ku tak sanggup melihat penderitaannya
Keadaan ini semua kuakhiri dengan kata
“ Sampai disini hubungan Kita Sayang “
“ Mungkin di lain hari kau mendapatkan
Wanita yang benar-benar menyayangimu
Dengan sepenuh hati, maafkan aku
Yang telah menyakitimu “
titipan penyesalan dari seorang gadis untuk seorang jaka di Bintaro: *Maafkan aku*
Po5t3d by : 1lalang L14r
Tampilan terbaik menggunakan FireFox. Sajak, puisi, pemikiran, keriuhan, kegalauan, kesendirian, kesepian dan kegembiraan anak manusia. Bagi yang ingin mengirim kisah tentang kesepian atau kegembiraan anda atau yang ingin menjalin persahabatan dan atau ingin berbagi pengalaman pribadi - silahkan via ilalangliar@gmail.com - saya akan menyambut dengan welcome. Ilalang Liar
Tuesday, December 30, 2003
Friday, December 26, 2003
CINTA & CAHAYA
Cinta itu kota cahaya
yang ditulis dengan cahaya
diatas lembaran cahaya
beberapa diantara kita
telah menulis pada lembaran itu
dengan kehitaman tinta yg menggelapkan mata
namun justru jika bukan karena hitamnya tinta
beberapa orang itu
maka tentulah aku akan buta
dalam ruang yang bercahaya
dari prolog Kandas: Evie Tamala
Po5t3d by : 1lalang L14r
Cinta itu kota cahaya
yang ditulis dengan cahaya
diatas lembaran cahaya
beberapa diantara kita
telah menulis pada lembaran itu
dengan kehitaman tinta yg menggelapkan mata
namun justru jika bukan karena hitamnya tinta
beberapa orang itu
maka tentulah aku akan buta
dalam ruang yang bercahaya
dari prolog Kandas: Evie Tamala
Po5t3d by : 1lalang L14r
Monday, December 22, 2003
EPISOD II: AKU BUKAN PILIHAN..
postingan yg lalu plus komentar dan kesaksian...
"Aku dengan segenap kerinduanku," - begitu engkau memulai ceritamu "berharap terobati dengan lembut suaranya." Aku mendengarkan dengan seksama.
"Lang.., ku paksakan diri mengalahkan kesombonganku, kupaksakan diri, dengan mendatanginya lewat kabel suara di rumahnya." Ku lihat engkau menarik nafas dalam... dalam sekali....
Engkau mengambil sampurna mild di saku bajumu, menyalakan dengan korek api. "Kere cek!" Suara korek apimu saat kau nyalakan. Pelan-pelan kau arahkan ke mulutmu yang bergetar. Terpancar kepedihan di wajahmu yang sendu. Engkau hisap pelan dan pasti, lalu engkau semburkan kepulan asap yang berada di mulutmu, kuat-kuat. Asap itu mengebul dengan membentuk lingkaran-lingkaran kecil lalu menghilang terbang, entah kemana. Ku tunggu dengan sabar kelanjutan ceritamu, saat sekali lagi kau hisap dalam rokokmu. Sekali lagi engkau kebulkan dari mulutmu.
"Ternyata Lang..! ternyata aku telah ia tinggalkan. Aku bukan pilihan.!!!!"
Aku terkejut! Sangat terkejut, walau sebenarnya hal ini telah pernah aku bayangkan.
"Gundah sekali hati ini..." Hening sejenak, akupun tidak mau menyela. Mungkin engkau masih mau melanjutkan. Pikirankupun melayang, mengingat seseorang yang dulu pernah engkau ceritakan padaku. Seseorang yang telah membuatmu 'jatuh cinta' untuk yang kedua kali. Seorang dara, yang dulu sempat bekerja dalam satu perusahaan denganmu.
Mungkin sekitar dua tahun yang lalu, - kalau aku tidak salah - engkau pernah memperlihatkan photo seorang gadis - yang menurutku - masih ABG.
Waktu itu aku terkejut, bahkan sempat menanyakan photo siapa itu? (Karena aku tahu engkau telah mempunyai dua orang mata hati yang cantik-cantik dan lucu-lucu). Waktu itu dengan enteng kau jawab "Sephia.." Waktu itu pula aku "memarahimu" "Dasar laki-laki!" engkau tersenyum sambil menjawab, "dia telah membuatku jatuh cinta lagi". Begitulah, dan akupun akhirnya sering mendengar ceritamu tentang si-dia mu itu.
"Lang..., " Kembali engkau melanjutkan, mengusik ketertegunanku. "Dia membuat keputusan yang sangat berat bagiku....," kuperhatikan dengan seksama wajahmu. Dan sekali lagi kutemukan kepasrahan dan kekecewaan. "Tapi, terus terang, aku tidak bisa berbuat banyak." Kembali kau hisap mild-mu, "Mungkin aku harus menerima kenyataan pahit ini."
"Aku harus menyadari... " IA SUDAH MEMUTUSKAN bahwa AKU BUKAN PILIHAN"
Diceritakan oleh seseorang yang bernama "Mr" kepadaku.
Komentar Ilalang: Kasihan... Dikau kawan! Tapi, jangan putus asa dulu, bisa saja itu keputusan sesaat, atau memang engkau harus mencari lagi, (ups... nggak dink? ) agar engkau nantinya " MENJADI PILIHAN ".
KESAKSIAN:
Wahai Pelangi...
Bila kau muncul, katanya bidadari sedang mandi
tolong katakan padaku
dimanakah bidadari itu mandi
aku ingin berkenalan dengan mereka
aku ingin bersama mereka
aku ingin menyayangi mereka
aku ingin disayangi mereka
katanya mereka tak pernah berdusta
katanya mereka tak pernah menyakiti...
Po5t3d by : 1lalang L14r
postingan yg lalu plus komentar dan kesaksian...
"Aku dengan segenap kerinduanku," - begitu engkau memulai ceritamu "berharap terobati dengan lembut suaranya." Aku mendengarkan dengan seksama.
"Lang.., ku paksakan diri mengalahkan kesombonganku, kupaksakan diri, dengan mendatanginya lewat kabel suara di rumahnya." Ku lihat engkau menarik nafas dalam... dalam sekali....
Engkau mengambil sampurna mild di saku bajumu, menyalakan dengan korek api. "Kere cek!" Suara korek apimu saat kau nyalakan. Pelan-pelan kau arahkan ke mulutmu yang bergetar. Terpancar kepedihan di wajahmu yang sendu. Engkau hisap pelan dan pasti, lalu engkau semburkan kepulan asap yang berada di mulutmu, kuat-kuat. Asap itu mengebul dengan membentuk lingkaran-lingkaran kecil lalu menghilang terbang, entah kemana. Ku tunggu dengan sabar kelanjutan ceritamu, saat sekali lagi kau hisap dalam rokokmu. Sekali lagi engkau kebulkan dari mulutmu.
"Ternyata Lang..! ternyata aku telah ia tinggalkan. Aku bukan pilihan.!!!!"
Aku terkejut! Sangat terkejut, walau sebenarnya hal ini telah pernah aku bayangkan.
"Gundah sekali hati ini..." Hening sejenak, akupun tidak mau menyela. Mungkin engkau masih mau melanjutkan. Pikirankupun melayang, mengingat seseorang yang dulu pernah engkau ceritakan padaku. Seseorang yang telah membuatmu 'jatuh cinta' untuk yang kedua kali. Seorang dara, yang dulu sempat bekerja dalam satu perusahaan denganmu.
Mungkin sekitar dua tahun yang lalu, - kalau aku tidak salah - engkau pernah memperlihatkan photo seorang gadis - yang menurutku - masih ABG.
Waktu itu aku terkejut, bahkan sempat menanyakan photo siapa itu? (Karena aku tahu engkau telah mempunyai dua orang mata hati yang cantik-cantik dan lucu-lucu). Waktu itu dengan enteng kau jawab "Sephia.." Waktu itu pula aku "memarahimu" "Dasar laki-laki!" engkau tersenyum sambil menjawab, "dia telah membuatku jatuh cinta lagi". Begitulah, dan akupun akhirnya sering mendengar ceritamu tentang si-dia mu itu.
"Lang..., " Kembali engkau melanjutkan, mengusik ketertegunanku. "Dia membuat keputusan yang sangat berat bagiku....," kuperhatikan dengan seksama wajahmu. Dan sekali lagi kutemukan kepasrahan dan kekecewaan. "Tapi, terus terang, aku tidak bisa berbuat banyak." Kembali kau hisap mild-mu, "Mungkin aku harus menerima kenyataan pahit ini."
"Aku harus menyadari... " IA SUDAH MEMUTUSKAN bahwa AKU BUKAN PILIHAN"
Diceritakan oleh seseorang yang bernama "Mr" kepadaku.
Komentar Ilalang: Kasihan... Dikau kawan! Tapi, jangan putus asa dulu, bisa saja itu keputusan sesaat, atau memang engkau harus mencari lagi, (ups... nggak dink? ) agar engkau nantinya " MENJADI PILIHAN ".
KESAKSIAN:
Wahai Pelangi...
Bila kau muncul, katanya bidadari sedang mandi
tolong katakan padaku
dimanakah bidadari itu mandi
aku ingin berkenalan dengan mereka
aku ingin bersama mereka
aku ingin menyayangi mereka
aku ingin disayangi mereka
katanya mereka tak pernah berdusta
katanya mereka tak pernah menyakiti...
Po5t3d by : 1lalang L14r
Thursday, December 18, 2003
SULITNYA (MENJADI PRIBADI) MANDIRI
Dalam suatu kesempatan, saya sempat ditanya seorang teman, "Lang ada lowongan nggak ditempatmu kerja?". Saya sempat tertegun juga, sebab menurut saya, teman saya itu sudah mendapatkan posisi yang cukup bagus di sebuah perusahaan air minum, Manager HRD. Hal yang senada juga dilontarkan sebagian besar teman kuliah (dulu) saya.
Ada hal yang menggelitik hati saya dari pertanyaan teman saya itu. Apa sih, atau barangkali jenis pekerjaan apa sih, yang sebenarnya ingin dicari oleh seseorang itu? Temen saya itu sebelumnya pernah menjadi As. Manager Marketing, yang bertugas kemana-mana. Kadang ke luar kota dan bahkan ke luar Jawa. Waktu itu dia sempat bilang "Lang, saya bosan pergi-pergi melulu, saya capek, ada nggak lowongan di tempat kamu??"
Saya sendiri (yang kerja sehari-harinya [menurut orang] monoton, berkutat dengan laporan dan data-data, angka dan bahasa-bahasa hukum), kadang juga (bahkan sering) merasa "wah membosankan sekali dengan pekerjaan ini!!" Saya ingin bekerja di tempat lain dengan suasana lain. Saya ingin bekerja di suasana yang natural jauh dari kebisingan, kala matahari akan menyapa, terdengar suara-suara kokok ayam jantan membangunkan diri, tiap hari mendengarkan bisikan angin pagi dari celah-celah dedaunan, memandang ke sekitar.. membentang hijaunya sawah dan ladang, suara burung pipit bersahut-sahutan di siang hari, kadang mengalun suara seruling anak gembala........
Tapi....????
Bukankah saudara-saudara kita yang berada di pedesaan, yang berada diperkampungan, banyak berfikir kebalikan dari apa yang kita rasakan????
yah...! begitulah..!!
Sulit sekali menjadi pribadi yang mandiri(??) (yang menerima keadaan yang ada dengan rasa syukur, dan tetap berusaha untuk menuju yang lebih baik....)
Po5t3d by : 1lalang L14r
Dalam suatu kesempatan, saya sempat ditanya seorang teman, "Lang ada lowongan nggak ditempatmu kerja?". Saya sempat tertegun juga, sebab menurut saya, teman saya itu sudah mendapatkan posisi yang cukup bagus di sebuah perusahaan air minum, Manager HRD. Hal yang senada juga dilontarkan sebagian besar teman kuliah (dulu) saya.
Ada hal yang menggelitik hati saya dari pertanyaan teman saya itu. Apa sih, atau barangkali jenis pekerjaan apa sih, yang sebenarnya ingin dicari oleh seseorang itu? Temen saya itu sebelumnya pernah menjadi As. Manager Marketing, yang bertugas kemana-mana. Kadang ke luar kota dan bahkan ke luar Jawa. Waktu itu dia sempat bilang "Lang, saya bosan pergi-pergi melulu, saya capek, ada nggak lowongan di tempat kamu??"
Saya sendiri (yang kerja sehari-harinya [menurut orang] monoton, berkutat dengan laporan dan data-data, angka dan bahasa-bahasa hukum), kadang juga (bahkan sering) merasa "wah membosankan sekali dengan pekerjaan ini!!" Saya ingin bekerja di tempat lain dengan suasana lain. Saya ingin bekerja di suasana yang natural jauh dari kebisingan, kala matahari akan menyapa, terdengar suara-suara kokok ayam jantan membangunkan diri, tiap hari mendengarkan bisikan angin pagi dari celah-celah dedaunan, memandang ke sekitar.. membentang hijaunya sawah dan ladang, suara burung pipit bersahut-sahutan di siang hari, kadang mengalun suara seruling anak gembala........
Tapi....????
Bukankah saudara-saudara kita yang berada di pedesaan, yang berada diperkampungan, banyak berfikir kebalikan dari apa yang kita rasakan????
yah...! begitulah..!!
Sulit sekali menjadi pribadi yang mandiri(??) (yang menerima keadaan yang ada dengan rasa syukur, dan tetap berusaha untuk menuju yang lebih baik....)
Po5t3d by : 1lalang L14r
Tuesday, December 16, 2003
PENGAKUAN
Mencari kesalahan orang lain, menilai hasil kerja orang lain, sangat gampang kita lakukan (walau kadangkala kita -terutama saya- sering tidak obyektif dalam melihat kesalahan orang lain itu, kadangkala kita menilai negatif terhadap hasil kerja orang lain itu). Kita -terutama saya- terlalu sering (atau bahkan menjadi kebiasaan) untuk mengagung-agungkan hasil kerja kita, membangga-banggakan apa yang telah kita lakukan. Sementara dalam melihat orang lain?? Sangat sulit rasanya memberikan penilaian yang OBYEKTIF dan JUJUR terhadap apa yang telah dilakukan oleh ORANG lain, malah kita kadangkala terbawa pada SUATU KEADAAN 'mencari-cari' kesalahan orang lain. Semut di seberang lautan, jelas kelihatan. Tapi Gajah di pelupuk Mata tidak kelihatan'.
Semoga saya terhindar dari sifat-sifat yang demikian....
Po5t3d by : 1lalang L14r
Mencari kesalahan orang lain, menilai hasil kerja orang lain, sangat gampang kita lakukan (walau kadangkala kita -terutama saya- sering tidak obyektif dalam melihat kesalahan orang lain itu, kadangkala kita menilai negatif terhadap hasil kerja orang lain itu). Kita -terutama saya- terlalu sering (atau bahkan menjadi kebiasaan) untuk mengagung-agungkan hasil kerja kita, membangga-banggakan apa yang telah kita lakukan. Sementara dalam melihat orang lain?? Sangat sulit rasanya memberikan penilaian yang OBYEKTIF dan JUJUR terhadap apa yang telah dilakukan oleh ORANG lain, malah kita kadangkala terbawa pada SUATU KEADAAN 'mencari-cari' kesalahan orang lain. Semut di seberang lautan, jelas kelihatan. Tapi Gajah di pelupuk Mata tidak kelihatan'.
Semoga saya terhindar dari sifat-sifat yang demikian....
Po5t3d by : 1lalang L14r
Subscribe to:
Posts (Atom)