Monday, June 02, 2008

6 Cara Mengatasi Emosi Di Kantor

Dalam urusan kerja, emosi bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, emosi dapat membantu kita mendapatkan pekerjaan yang kita impikan. Sebaliknya, emosi juga bisa menjadi penghalang dalam mencapai potensi maksimal. Kemampuan menguasi emosi sangat diperlukan jika kita ingin maju.Setiap karyawan pasti pernah merasakan naik turunnya emosi di tempat kerja. Berhubungan dengan banyak orang, dengan banyak sifat dan kemauan dan kemampuan, membutuhkan tenggang rasa tinggi, serta kemampuan untuk menguasai emosi sebaik-baiknya. Berikut ini enam tips untuk membantu Anda menjaga emosi agar tetap berada pada “daerah aman”. Artinya, tidak terlihat terlalu ambisius mengejar karier, tetapi tidak juga pasif.

  1. Tenangkan diri Pasti ada saat-saat dimana emosi Anda meledak. Jangan bawa rasa marah ke ruangan atasan, dan menuangkan semua emosi Anda kepadanya. Atasan bukan tempat yang tepat untuk curhat hal-hal sepele yang seharusnya bisa Anda selesaikan sendiri. Sebaliknya, tarik diri Anda dari situasi yang tak mengenakkan, dan kenali masalah yang membuat Anda marah. Setelah itu, analisa permasalahan, dan cari solusi. Sampaikan kepada atasan pada saat Anda sudah tenang. Berikan masukan yang positif dengan penuh semangat. Sampaikan situasi secara rasional beserta masalah dan solusi yang jelas agar atasan melihat Anda sebagai seorang yang profesional dan memandang situasi dengan jelas.
  2. Membaca sinyal Bila Anda termasuk orang yang bersemangat dan penuh dengan untuk melaksanakan tugas-tugas yang sulit, manfaatkan energi tadi untuk memaksimalkan kelebihan yang Anda miliki. Tetapi, tetaplah melakukannya dengan hati-hati. Kemauan yang besar diperlukan untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik. Pastikan bahwa semangat Anda tidak melampaui batas. Untuk mengetahuinya Anda dapat mengamati bahasa tubuh yang diperlihatkan orang lain kepada Anda. Bahasa tubuh merupakan indikator yang baik dalam menyadarkan apakah Anda terlalu emosional atau tidak.
  3. Fakta pendukungBila sedang melakukan suatu tugas yang membuat Anda sangat bersemangat, jangan lupa untuk melengkapinya dengan fakta-fakta dan angka-angka. Tetapi jangan lupa, untuk mendapatkan kepekaan bisnis yang baik, selain data yang obyektif dan dasar pemikiran yang kuat, “investasi emosional” juga perlu Anda miliki.
  4. Kerja sama dengan baikKemampuan bekerja dalam tim merupakan keterampilan yang penting. Di lingkungan profesional, keberhasilan tim sangat tergantung dari kemampuan memberi dan menerima (take and give) antara para anggota tim yang bekerja sama demi mencapai tujuan. Sebagai pemimpin tim, kemampuan mengelola emosi diri sendiri dan emosi anggota lainnya merupakan keahlian tersendiri. Salah satu cara terbaik dalam mengatur emosi orang lain adalah dengan mendengarkan apa yang mereka katakan dan memperlihatkan empati terhadap apa yang mereka rasakan. Setiap orang ingin didengar, terutama di tempat kerja dimana mereka menghabiskan hampir sebagian besar waktunya. Untuk mengatur emosi Anda, pusatkan perhatian ke dalam usaha menangkan diri Anda. Jika Anda sudah bisa menguasai diri sendiri, anggota tim yang lain akan melihat Anda sebagai panduan emosional mereka. Bila emosi Anda meledak, yang lain akan memberikan reaksi yang sama.
  5. Cari orang yang tepat Kadang-kadang hanya dengan mengeluarkan uneg-uneg kepada seseorang yang mengerti dinamika kantor akan dapat menenangkan emosi Anda. Melepaskan kekesalan kepada seseorang yang tidak memiliki tingkat emosional yang sama dengan Anda merupakan cara terbaik. Pilihlah tempat curhat dengan bijaksana, dan pikirkan dua kali sebelum menentukan siapa orangnya agar Anda tidak dikhianati.
  6. Menjaga keseimbangan hidup Cara lain untuk mendapatkan keseimbangan emosional di tempat kerja adalah dengan memiliki keseimbangan hidup di luar tempat kerja Anda. Bila Anda memiliki kehidupan pribadi yang menyenangkan, rasa bahagia akan terpancar di wajah Anda dan terbawa ke kantor. Akibatnya, meskipun Anda bertemu dengan hal-hal yang potensial memancing emosi, Anda bisa mengatasinya dengan wajar.

    Sumber Detik.com

Obat kangen aja nih, dah lama banget nggak posting :)

Tuesday, October 23, 2007

Kisah Itu Tak Pernah Kuceritakan :-)

Pukul 10.12 lebih kurang 2 jam lalu.
Handphone bututku berdering dengan getarannya yang khas. Berbeda dengan HP orang yang biasanya berbunyi dengan lagu-lagu yang sedang keren ini, HPku berbunyi dengan nada seperti harmonika aja tat-tit-tut-tat-tit-tut...!
Kalo lagi bersama temen-temen, kadang aku males mengeluarkan HP bila ada telepon yang masuk. Bukan apa-apa sih, karena temen-temen juga sok iri dengan kelangkaan HPku. Ada yang bilang, "wah, hape kamu bagus Lang. Bagus kalo dibuang!"
Trus, ada juga yang bilang "Lang, boleh pinjem tuh hape kamu. Buat uleg-an!"
Mereka itu, nggak ngerti fungsi hape!
Coba aja, wong hape itu singkatan dari handphone!
Nah, handphone itu bahasa Inggris, artinya telepon genggam! Jelas?
Artinya jelas banget bahwa hape itu, fungsi sebagai telepon yang digenggam! bukan buat dibuang! Bukan pula untuk uleg-an!
Walaupun untuk keren-kerenan, hape juga udah salah fungsi kalo dipake buat moto! buat ambil gambar!
Salah itu.
Salah fungsi.
Kalo mau moto, mau ambil gambar, ya pake kamera atau kamera digital, bukan pake hape!
itu baru sesuai fungsinya!
Paham?
Hehehe....
Weh, malah ngelantur kemana-mana nih, lupa sama cerita awal tadi... :))
Iya, tadi lebih kurang 2 jam 5 menit yang lalu, hapeku berdering. Kulihat, ada nomor yang berkedip-kedip di layar hapeku yang layarnya putih ijo itu. +62815.... bla-bla...
Wah, siapa nih nelpon?
Aku pencet tombol terima sambil menyapa ramah, "Halo...."
Namun, baru beberapa detik udah ada nada tuut..tuuut... Putus!
Wah, aku penasaran. Siapa ya?
Tapi karena aku lagi kerja, maka hapeku kumasukkan lagi ke saku celanaku.
Tiga menit kemudian hapeku bergetar dan berbunyi lagi, kali ini nada sms masuk.
Aku buka, ternyata sms dari nomor tadi.
"Pa kbr neh..,? Msh sbk ngajr ga ? Lbrn kmana aja, mudik ga ? Isti skrng udh brpa...hehehe..."
From: +62815.......
Waduh...! Ini orang sadis amat, mosok nanya-nya begitu amat. Emang standardnya istri itu berapa? Bukannya satu aja standardnya?:)
Ya, udah daripada repot-repot, aku jawab aja : "Kbr baik, msh dikit2. Tx. Maaf ini nmr sp ya?" eh jawaban dari dia, lancar aja gini: "Ada dech, mau tauu aja..! Msh tetap gantng khan kya Doelo.. Ga ngruh usia gito loh bo ! Hehehe..."
Waduh, jawabannya ngeles gitu lagi...
ya udah aku jawab lagi: "Kacian deh sy. Usia itu shrsny paling tdk smkn mmbuat kita bijak dong. Ya ga? Emang skrg lg dimana? Udah mkn blm?"
Aku kan tetap harus agak ja-im. Jaga image, biar ngga malu kalo salah gitu.. hehe...
"Klo yg namanya mkn, itu no.1, Qte lagi ada di suatu tmpt yg poknya ok BGT, truss tiba2 saya ingt ma Bapa...! Loh ko ada apa yah ? Kngn kh..?"
Karena menyangkut makan, tentu aku langsung ngiler. Maka langsung aja aku jawab:
"Mau dong makan2.. Pasti makanny pake sate sm ikan bakar. Mantab. Wajar dong inget sy, sy kan orang baik2... hehe..."
Lama ndak ada balasan!
Dasar, akunya lagi penasaran apa emang lagi penasaran menunggu?
Ndak sabar, maka aku bel aja nomor itu?
Dan ternyata. Dia itu katanya udah mengenal diriku cukup lama, dan katanya "kamu orangnya asyik, jadi bikin kangen orang! Tadi, tiba-tiba aja aku inget kamu. Maka aku miskol, trus sms kamu..."
Byuuurr.....!
Laksana diguyur air kepalaku... adem....!
Ternyata penggemar rahasia nih... hehehe..
Tapi, karena udah siang, aku putuskan aja pembicaraanku: "Oh.. ya udah, emang nama kamu siapa?" tanyaku.
Eh, dia malah masih memperlambat-lambat. "Nggak usah tau deh, pokoknya penggemar kamu. Kamu yang pendek itu kan?" Weh,,.! Kurang ajar! mosok dia beraninya bilang kalo aku pendek?
"Iya, emang kenapa?" Jawabku sengit.
"Nggak apa-apa sih, soalnya kalo jalan bareng aku, kayak angka sepuluh. Kamu agak gemuk, pendek, trus aku tinggi banget!"
Aku jadi tambah keki ni...! Brengsek nih orang..
"Tapi, tenang! Karena kamu orangnya baek banget, dan nggak jelek-jelek amat.. maka aku jadi penggemar kamu... Itu udah lama lho.. Boleh kan?"
Dasar perayu! Gombal!
"Ya, udah gapapa. Udah ya, aku mo makan dulu nih. Udah istirahat nih. Salamu'alaikum...!"
-------
Nah, gitu deh.
Aku janji kisah itu tak akan kuceritakan pada siapa-siapa. Aku janji. ;-) :))

Tuesday, September 18, 2007

Hari Ini Satu Bulan Yang Lalu

Hari ini satu bulan yang lalu, aku merasakan ada yang semakin menjauh dari keseharianku. Kamu bertanya padaku lewat smsmu "Kamu ada yang lupa? Lupa denganku!"
Ingin ku jawab, "Nggak, sama sekali aku tidak lupa. Aku inget banget dengan kamu, dengan apa yang terjadi padamu, dengan apa yang pernah kamu katakan padaku."
"Aku juga inget banget dengan yang menjadi sejarah bagi dirimu 29 tahun yang lalu, pada hari ini satu bulan yang lalu."
Iya, aku ingin mengatakan itu. I wish.
Tapi, sehari sebelum aku mengatakan itu, hatiku dipenuhi pertimbangan untuk mengatakan itu semua padamu.
Aku nggak mau membuka kenangan lama tentang kita. Aku nggak mau aku menjadi sentimentil dengan momen-momen tertentu - yang menurut orang hal itu tidak perlu terjadi.
Kita telah melewati masa yang panjang. Aku dengan kehidupan yang kuhadapi, dan kamu dengan keseharianmu yang penuh dinamika dalam hidupmu.
Aku coba berhitung-hitung, dan ternyata: waktu yang telah berlalu itu sudah lebih dari delapan belas bulan. Waktu yang panjang.
Dan kita, semakin menjauh dengan kesibukan (atau keasyikan..? sehingga saling melupakan?) kita sendiri.
Iya, hari ini satu bulan yang lalu. Ingin aku mengatakan selamat ulang tahun padamu. Semoga kamu selalu dilindungi oleh Yang Maha Pelindung, semoga kamu semakin lebih dewasa, semoga kamu menjadi semakin lebih berarti bagi dirimu dan keluarga, semoga, semoga.....
Hari ini satu bulan yang lalu...

Wednesday, July 18, 2007

Gratis

Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan promosi mendapatkan advance eye massage secara gratis, alias tidak pake bayar! dan nggak pake syarat apapun! :-) Sebenernya sich pake syarat juga, yaitu ambil sendiri di Mal Taman Anggrek!
Nah, hari ini sepulang dari kampus dan ngobrol sebentar di sekretariat SPSI, aku langsung meluncur ke Taman Anggrek. Ini perjalanan pertamamu menuju mal termegah di barat Jakarta itu. Maklum, sejak aku melepaskan diri dari jomblo, aku udah agak jarang pergi-pergi bila nggak emang betul-betul penting. Soale dengan statusku saat ini, aku kudu membagi perhatian de el el dengan bijaksana.. ;-)
Setibanya di sana, aku disambut para marketing tim-nya yang ramah dan murah senyum itu. Aku langsung menyampaikan surat dari bank swasta yang men-sponsori hadiah gratis itu. Dengan cekatan mereka mempersilahkan aku menuju tempat pengambilan barang yang dimaksud. hemm... berarti emang gratis, pikirku. Iya, emang gratis! nggak pake bayar! Mereka hanya meminta waktu untuk memperagakan pemakaian produk itu dan sekaligus mungkin saya berminat dengan produk lainnya. Dengan mengucapkan terima kasih, setelah menikmati pelayanan ramah dari team advance tersebut, aku pulang membawa barang dari mereka, seharga lebih kurang Rp. 488.500.- lumayan.... terima kasih Advance Product dan Lippo Bank Credit Card!

Tuesday, July 10, 2007

Cuti ah...

Hari ini jadi juga aku cuti :-) Kadang aku merasa pengen banget cuti pada hari-hari kerja awal, misalnya Senin atau Selasa. Kini, keinginanku itu bisa terlaksana juga.
Mo ngapain ya? Rencananya, ntar siang mo ke Galeri Indosat sebentar, mo bayar tagihan Matrix-ku yang jatuh tempo hari in. Trus, abis itu mo keliling Pasar Anyar, mo cari buku-buku murah, buat bacaan dan buat nulis ;-)
Hari ini berarti mungkin aku mulai aktif lagi dong... :-)

Saturday, June 30, 2007

Kembali untukmu :-)

Kukira cukup lama aku tidak menulis disini. Iya, cukup lama. Waktu yang berputar seakan membuatku 'enggan' untuk barangkali sekedar mampir dan menggores sepatah dua patah kata. Kegiatan demi kegiatan yang aku lalui, seakan menjadi peng-absah dalihku untuk tidak hadir menyusuri 'duniaku' yang lama tertinggal ini :-)
Padahal perjalanan demi perjalanan berjalan seperti biasa. Kegiatan demi kegiatanpun kukira juga berjalan seperti biasa.