Kemarin aku sempat berkenalan dengan Gadis.
Dia bilang...
Aku bagai tetes embun yang menyelinap diantara relung hati,
memberi kesejukan....
Aku bagai mentari yang menebarkan kehangatannya...
Aku adalah sebuah keindahan yang singgah ketika dunianya menjadi gelap.
Dan...
Aku hanya terdiam, terpaku dengan seribu tanda tanya yang sampe detik inipun tak terjawab.
karena Aku...
sampe hari inipun belum pernah bertemu dengannya...
????
hiks...hiks...
(unt Gadis yg belum kutemukan)
Tampilan terbaik menggunakan FireFox. Sajak, puisi, pemikiran, keriuhan, kegalauan, kesendirian, kesepian dan kegembiraan anak manusia. Bagi yang ingin mengirim kisah tentang kesepian atau kegembiraan anda atau yang ingin menjalin persahabatan dan atau ingin berbagi pengalaman pribadi - silahkan via ilalangliar@gmail.com - saya akan menyambut dengan welcome. Ilalang Liar
Saturday, March 18, 2006
Ketertarikan Kita
Tertarik....
Tertarik pada seseorang bsa berarti merasa senang/suka, terpikat, ataupun menaruh perhatian kepada orang tersebut.
Pernahkah kmu tertarik pada seseorang??
jika ya...mungkin sama seperti aku yang pernah juga merasakannya.
Pada dasarnya kta tertarik pada seseorang berdasarkan tiga hal : Fisik, Mental dan Emosi.Masing2 dari kta pasti mempunyai sisi "aneh" yang berbeda satu dengan lainnya.
Kta tidak sempurna dalam berbagai cara, dan agar dapat mencintai, kta harus belajar menerima ketidaksempurnaan orang lain.
Jangan jadi orang yang mati2an berusaha mengubah diri menjadi orang lain yang sempurna. Aku rasa jadi diri sendiri adalah yang terbaik.
"Aku akan mencintai....
Aku akan menerima.....
setiap orang apa adanya walo tidak sempurna
tapi masih dapat mencintai dan dicintai dengan sempurna"
Tertarik pada seseorang bsa berarti merasa senang/suka, terpikat, ataupun menaruh perhatian kepada orang tersebut.
Pernahkah kmu tertarik pada seseorang??
jika ya...mungkin sama seperti aku yang pernah juga merasakannya.
Pada dasarnya kta tertarik pada seseorang berdasarkan tiga hal : Fisik, Mental dan Emosi.Masing2 dari kta pasti mempunyai sisi "aneh" yang berbeda satu dengan lainnya.
Kta tidak sempurna dalam berbagai cara, dan agar dapat mencintai, kta harus belajar menerima ketidaksempurnaan orang lain.
Jangan jadi orang yang mati2an berusaha mengubah diri menjadi orang lain yang sempurna. Aku rasa jadi diri sendiri adalah yang terbaik.
"Aku akan mencintai....
Aku akan menerima.....
setiap orang apa adanya walo tidak sempurna
tapi masih dapat mencintai dan dicintai dengan sempurna"
Friday, March 17, 2006
Bila Itu Maumu
Dengan tatapan itu,
meruntuhkan gunung es diamnya sikapku,
(katamu dulu, aku tidak mau bertukar kata denganmu).
Bukan aku meremehkanmu
bukan aku mempermainkanmu
bukan pula aku tidak mengerti perasaanmu
dengan sikapku,
bukan!
Tapi nanti,
suatu saat nanti, engkau akan mengerti
Aku dan kamu 'sebenarnya' bisa saling mengisi.
(kuharap engkau mengerti)
meruntuhkan gunung es diamnya sikapku,
(katamu dulu, aku tidak mau bertukar kata denganmu).
Bukan aku meremehkanmu
bukan aku mempermainkanmu
bukan pula aku tidak mengerti perasaanmu
dengan sikapku,
bukan!
Tapi nanti,
suatu saat nanti, engkau akan mengerti
Aku dan kamu 'sebenarnya' bisa saling mengisi.
(kuharap engkau mengerti)
Tuesday, March 14, 2006
7 HARI YANG TELAH LALU DAN MUNGKIN AKAN TERULANG
Hari ke-1, tahajudku tertinggal
Dan aku begitu sibuk akan dunia-ku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan maghrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai
Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama
Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya
Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz
Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata
Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan
Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku
Sorenya aku datang keseletan Jakartadengan niat mengaji
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman
yg ada disamping kiri & kananku
Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai
Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa
Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku
Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh
saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya
Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat, serunya
saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam
Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku
Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh
Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal
Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya
& ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud
kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau
¼ abad lebih aku lalai....
Dari hari ke hari, bulan dan tahun
Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku
Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah
Walaupun imanku belum seujung kuku hitam
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat sajadahku.....
sumber: imel dari teman (katanya dari milis)
Dan aku begitu sibuk akan dunia-ku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan maghrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai
Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama
Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya
Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz
Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata
Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan
Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku
Sorenya aku datang keseletan Jakartadengan niat mengaji
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman
yg ada disamping kiri & kananku
Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai
Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa
Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku
Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh
saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya
Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat, serunya
saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam
Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku
Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh
Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal
Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya
& ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud
kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau
¼ abad lebih aku lalai....
Dari hari ke hari, bulan dan tahun
Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku
Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah
Walaupun imanku belum seujung kuku hitam
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat sajadahku.....
sumber: imel dari teman (katanya dari milis)
Tuesday, February 07, 2006
Ibu Guruku Cantik sekali...
Menjadi guru yang muda memang banyak tantangannya...
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengajar di sebuah SMP swasta di suatu daerah di Sumatera. (cerita-cerita nih....)
Waktu itu aku memberikan mata pelajaran bahasa Inggris. Namun, bukan berarti saya mempunyai kemampuan bahasa Inggris yang tinggi, sehingga aku bisa mengajar di sana. Waktu sekolah SMA saya sering berkomunikasi cas-cis-cus, walau blepotan sana- blepotan sini :) Nah, kebetulan guru SMP tersebut pindah kerja, sehingga kekurangan guru. Nah, karena menurut beberapa teman bahwa pelajaran SMP kategorinya 'waktu itu' masih bisa aku handle, maka jadilah saya mengajar di sana.
aku sangat menyukai pekerjaan itu. Dengan mengajar, saya semakin banyak mendapatkan ilmu. Dengan mengajar, aku semakin mengerti bahwa ilmu itu harus diberikan kepada orang lain agar bisa bermanfaat.
Saya sangat bersemangat, menumpahkan ide-ide dan cara-cara mengajar 'yang menurut' Aku (pada waktu saya sekolah SMP inginkan aku dapatkan dan) cocok untuk siswa.
Begitulah... aku mencoba memberikan warna baru. (wah... hebat banget kayaknya....)
Tapi, karena aku tidak memiliki 'background' untuk mengajar, mungkin aku 'termasuk' orang yang belum siap menerima 'terpaan' dari ceriwisnya anak-anak sekolah.
Coba bayangin...
Baru 1 bulan aku ngajar. Udah ada ce kelas 2 yang berani-berani nya datang dan menyatakan 'kangen' sama aku.
Alamak....!!! mati aku.
ini apa maksud???? :)
Terus terang, pernyataan anak tersebut membuat aku grogi kalau aku ngajar. Apalagi memang anak tersebut 'cukup manis' dan enak di pandang...
Dua bulan kemudian ada lagi anak ce kelas itu juga yang berkirim 'surat' lewat buku tugasnya. "Pak, bapak ngajar nya enak. Boleh nggak aku pacaran sama bapak?"
Waw...! mati lagi aku...!!
Kepiye iki? Kok jadi geneeee...???
Aku jadi tambah bingung dan grogi tiap ngajar di kelas itu.
Tapi, rasa grogi dan kebingungan itu tetap aku sembunyikan dan aku tahan. Hingga 3 bulan terlewati tanpa aku gubris kedua-duanya. Aku hanya terkadang tertawa sendiri, bila mereka berdua berusaha mencari-cari akal untuk mendapatkan perlakuan lebih dariku. Yang satu berusaha sok serius, kemudian bertanya seolah-olah dia tidak mengerti tentang apa yang aku terangkan, yang satunya lagi cuek bebek dan tidak mau memperhatikan....
Itu dulu.... hingga akhirnya aku meninggalkan ke-ABG-an mereka. aku memutuskan untuk pindah ke Tanah Cisadane ini untuk mencari ilmu dan pengalaman serta penghidupan.
Dan kini... saat ini, peristiwa itu terulang kembali. Aku mencoba menjadi pengajar lagi. Di sebuah Perguruan Tinggi Swasta. Tapi, aku sudah lebih siap menerima 'perlakuan' mahasiswi 'nakal' yang terkadang membuatku grogi itu.
Aku sudah terbiasa mendengar kata-kata bernada merayu dan bahkan gombal.
"Bapak jangan marah ya. Soalnya kalo bapak marah, tambah ganteng..!" Atau
"Bapak pantes banget deh, kalo pake baju warna biru itu..."
"Pak boleh nggak saya belajar les ke rumah..?"
Tanpa ingin memberikan penilaian apapun terhadap siswa dan atau mahasiswi-ku, aku rasa itu semua adalah bagian dari dunia sekolah/kampus.
Hidup sekolah..!
Hidup kampus..!!
koq, gak ada hubungan sama judulnya ya..?
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengajar di sebuah SMP swasta di suatu daerah di Sumatera. (cerita-cerita nih....)
Waktu itu aku memberikan mata pelajaran bahasa Inggris. Namun, bukan berarti saya mempunyai kemampuan bahasa Inggris yang tinggi, sehingga aku bisa mengajar di sana. Waktu sekolah SMA saya sering berkomunikasi cas-cis-cus, walau blepotan sana- blepotan sini :) Nah, kebetulan guru SMP tersebut pindah kerja, sehingga kekurangan guru. Nah, karena menurut beberapa teman bahwa pelajaran SMP kategorinya 'waktu itu' masih bisa aku handle, maka jadilah saya mengajar di sana.
aku sangat menyukai pekerjaan itu. Dengan mengajar, saya semakin banyak mendapatkan ilmu. Dengan mengajar, aku semakin mengerti bahwa ilmu itu harus diberikan kepada orang lain agar bisa bermanfaat.
Saya sangat bersemangat, menumpahkan ide-ide dan cara-cara mengajar 'yang menurut' Aku (pada waktu saya sekolah SMP inginkan aku dapatkan dan) cocok untuk siswa.
Begitulah... aku mencoba memberikan warna baru. (wah... hebat banget kayaknya....)
Tapi, karena aku tidak memiliki 'background' untuk mengajar, mungkin aku 'termasuk' orang yang belum siap menerima 'terpaan' dari ceriwisnya anak-anak sekolah.
Coba bayangin...
Baru 1 bulan aku ngajar. Udah ada ce kelas 2 yang berani-berani nya datang dan menyatakan 'kangen' sama aku.
Alamak....!!! mati aku.
ini apa maksud???? :)
Terus terang, pernyataan anak tersebut membuat aku grogi kalau aku ngajar. Apalagi memang anak tersebut 'cukup manis' dan enak di pandang...
Dua bulan kemudian ada lagi anak ce kelas itu juga yang berkirim 'surat' lewat buku tugasnya. "Pak, bapak ngajar nya enak. Boleh nggak aku pacaran sama bapak?"
Waw...! mati lagi aku...!!
Kepiye iki? Kok jadi geneeee...???
Aku jadi tambah bingung dan grogi tiap ngajar di kelas itu.
Tapi, rasa grogi dan kebingungan itu tetap aku sembunyikan dan aku tahan. Hingga 3 bulan terlewati tanpa aku gubris kedua-duanya. Aku hanya terkadang tertawa sendiri, bila mereka berdua berusaha mencari-cari akal untuk mendapatkan perlakuan lebih dariku. Yang satu berusaha sok serius, kemudian bertanya seolah-olah dia tidak mengerti tentang apa yang aku terangkan, yang satunya lagi cuek bebek dan tidak mau memperhatikan....
Itu dulu.... hingga akhirnya aku meninggalkan ke-ABG-an mereka. aku memutuskan untuk pindah ke Tanah Cisadane ini untuk mencari ilmu dan pengalaman serta penghidupan.
Dan kini... saat ini, peristiwa itu terulang kembali. Aku mencoba menjadi pengajar lagi. Di sebuah Perguruan Tinggi Swasta. Tapi, aku sudah lebih siap menerima 'perlakuan' mahasiswi 'nakal' yang terkadang membuatku grogi itu.
Aku sudah terbiasa mendengar kata-kata bernada merayu dan bahkan gombal.
"Bapak jangan marah ya. Soalnya kalo bapak marah, tambah ganteng..!" Atau
"Bapak pantes banget deh, kalo pake baju warna biru itu..."
"Pak boleh nggak saya belajar les ke rumah..?"
Tanpa ingin memberikan penilaian apapun terhadap siswa dan atau mahasiswi-ku, aku rasa itu semua adalah bagian dari dunia sekolah/kampus.
Hidup sekolah..!
Hidup kampus..!!
koq, gak ada hubungan sama judulnya ya..?
Monday, February 06, 2006
Pergi Untuk Kembali (Mari Bekerja)
Selamat Pagi!!!
Bapak-bapak, ibu-ibu, teman-teman rekan sejawat dan sejawit yang saya hormati.
ehemmm!!!
Saya perkenalkan kembali. Nama saya ilalang liar.
Pada hari ini, saya masih berkesempatan untuk hadir di tengah-tengah, eh... maksud saya, saya bisa menulis lagi. (grogi...., sambil garuk-garuk palak :))
Begitulah sambutan saya, lebih dan kurangnya saya mohon di bukakan pintunya... (hehe... pintu apaan kali).
Fantastik!
Kata pertama yang ingin saya ungkapkan.
Fantastik, karena dalam jangka waktu tidak lebih dari 6 bulan saya sudah 4 kali sya coba berganti jenis pekerjaan.
Fantastik, karena masing-masing dari 4 jenis pekerjaan yang saya coba geluti, semuanya berbeda karakternya. Mulai dari pekerjaan yang sangat kasar sampai pekerjaan yang lembut..... (bahkan sangat lembut. Tapi, bukan lelembut lho..! )
Bulan Juli 2005 saya bekerja di bengkel motor, bergelut dengan oli dan kotoran besi-besi. Bekerja dari pagi hingga sore, bahkan sampai malam dengan bersimbah keringat.Bulan Agustus jadi tukang antar jemput anak sekolah, anak-anak SD kelas 1 dan 2. Bergaul dengan keluguan dan keceriaan mereka yang tanpa dosa. Bulan September-Sekarang coba ngajar di sekolah swasta. Suatu pekerjaan yang tetap saya yakini merupakan suatu pekerjaan yang mulia. Bulan Oktober coba jadi penulis di harian lokal, suatu cita-cita saya yang dari dulu ingin saya lakukan. Karena dengan jadi penulis, eksistensi saya masih tetap ada. Februari ini coba lagi jadi tenaga freelance untuk ISO Project di salah satu perusahaan swasta.
Ternyata, banyak hal yang sangat indah yang saya temui dalam setiap jenis pekerjaan. Untuk itu hayoo... mari tetap untuk bekerja... :)
Bapak-bapak, ibu-ibu, teman-teman rekan sejawat dan sejawit yang saya hormati.
ehemmm!!!
Saya perkenalkan kembali. Nama saya ilalang liar.
Pada hari ini, saya masih berkesempatan untuk hadir di tengah-tengah, eh... maksud saya, saya bisa menulis lagi. (grogi...., sambil garuk-garuk palak :))
Begitulah sambutan saya, lebih dan kurangnya saya mohon di bukakan pintunya... (hehe... pintu apaan kali).
Fantastik!
Kata pertama yang ingin saya ungkapkan.
Fantastik, karena dalam jangka waktu tidak lebih dari 6 bulan saya sudah 4 kali sya coba berganti jenis pekerjaan.
Fantastik, karena masing-masing dari 4 jenis pekerjaan yang saya coba geluti, semuanya berbeda karakternya. Mulai dari pekerjaan yang sangat kasar sampai pekerjaan yang lembut..... (bahkan sangat lembut. Tapi, bukan lelembut lho..! )
Bulan Juli 2005 saya bekerja di bengkel motor, bergelut dengan oli dan kotoran besi-besi. Bekerja dari pagi hingga sore, bahkan sampai malam dengan bersimbah keringat.Bulan Agustus jadi tukang antar jemput anak sekolah, anak-anak SD kelas 1 dan 2. Bergaul dengan keluguan dan keceriaan mereka yang tanpa dosa. Bulan September-Sekarang coba ngajar di sekolah swasta. Suatu pekerjaan yang tetap saya yakini merupakan suatu pekerjaan yang mulia. Bulan Oktober coba jadi penulis di harian lokal, suatu cita-cita saya yang dari dulu ingin saya lakukan. Karena dengan jadi penulis, eksistensi saya masih tetap ada. Februari ini coba lagi jadi tenaga freelance untuk ISO Project di salah satu perusahaan swasta.
Ternyata, banyak hal yang sangat indah yang saya temui dalam setiap jenis pekerjaan. Untuk itu hayoo... mari tetap untuk bekerja... :)
Subscribe to:
Posts (Atom)