Wednesday, January 19, 2005

Easter Egg

"easter egg" yang diterjemahkan menjadi "telur paskah" itu, sangat dikenal oleh para programmer, bahkan para 'user' yang menggunakan suatu software.
"Put simply, they're little "unofficially, undocumented" hidden programs or macros inside of a major program. These mini-programs generally don't have any particular real use other than to amuse the programmers who slipped them into your program's. They're also somewhat amusing and interesting to us computer users who happen to find them.
These aren't malicious programs slipped in by some hacker. No, they're from the programming department of some of your favorite applications from Microsoft, Adobe, Corel, and many others. Let's have a look at a few shall we? Please note that some of the eggs may not work with your particular version of the software. I've checked them all out on as many versions as are at my disposal".
Begitu penjelasan salah satu site tentang easter egg tersebut.
Salah satu telur paskah tersebut terdapat di MS Word versi 2000, XP dan 2003; Mau coba?
nah ini salah satunya:
Buka MS Word, kemudian Pilih New.. pada File menu.
kemudian ketikkan: =rand(200,99)
Tekan enter kemudian tunggu beberapa detik! Lihat apa yang terjadi?! asyik kan?

itu hanya contoh dari berbagai macam ragam telur paskah yang 'hampir' semuanya tidak terdokumen dalam manualnya. Ada yang mempunyai telur paskah yang lain? bagi dong.... :D

Tuesday, January 18, 2005

Lamunan Malam

Di antar suara jangkerik berdenyit,
Kau peluk aku.
Aku tak tahu
sejak bertemu tadi
kurasakan engkau begitu jalang
kau lepaskan pembalut tubuhku
satu persatu
lidahmu menyusur lekuk-lekuk kulit ariku
leherku, dadaku, tanganku
aku menggelinjang
geli dan gelisah.

Perempuanku,
aku melenguh berburu dengan nafasku
aku mendesah
aku gelisah
berbaur dengan keringat yang mengucur
di tubuhmu, di tubuhku,
aku hanya mendesah
saat kau menindihku.

saat lamunan liar menjelma diantara desau angin malam ;P

Friday, January 14, 2005

Entahlah, Mengapa Aku Cemburu

Pertama kali kubaca sajakmu
aku langsung mengira kamu jatuh cinta
dan aku yakin tentang itu

Ketika engkau katakan kamu ingin bicara
aku langsung mengira kamu jatuh cinta
dan aku yakin tentang itu

Ketika engkau katakan kamu resah
aku langsung mengira kamu jatuh cinta
dan aku yakin tentang itu

Ketika engkau katakan akan menikah
aku langsung tidak percaya
tapi, aku tak yakin tentang hal itu.
Mengapa aku cemburu?

(Semuanya) Sudah Berlalu

Berlalu sudah masa itu:
masa engkau menyambutku penuh kemesraan,
masa engkau memandangku penuh perasaan,
masa engkau melepasku penuh kepercayaan,
masa engkau mengenangku penuh kerinduan,

Berlalu sudah masa itu
masa aku mendatangi penuh pengharapan,
masa aku ditatap oleh mata berbinar menyejukkan,
masa aku merasa menjadi orang yang paling dinantikan...

Haruskah aku berlalu darimu?


Wednesday, January 05, 2005

Engkau, Dia dan Dia Bagian Penting Hidupku

Ketika kata tiada lagi dapat menahan tindakan, ketika tiada lagi yang bisa merubah suatu keputusan, ketika perpisahan menurutmu menjadi satu-satunya jalan, saat itu aku menyadari bahwa tampaknya kita harus berjalan dengan rel kita sendiri-sendiri. Kita harus meniti jalur kita sendiri-sendiri. Kamu dengan pilihan dan keputusanmu, dan aku berjalan dengan pilihan dan keputusan yang engkau berikan. Tidak adil memang. Ini semua terjadi karena pilihan dan keputusanmu, sementara aku tidak bisa menentukan apa-apa untuk membuat pilihan dan keputusan 'tentang kita ini'. Aku berada pada kondisi yang tidak diberikan 'hak' untuk memilih dan memutuskan.
Tapi, sudahlah...
Mungkin ini sebenarnya juga bukan pilihan buat kamu, dan kamu mungkin hanya melakukan apa yang menurutmu harus dilakukan. Begitupun aku - walau aku tidak membuat keputusan dan tidak pula memilih tentang apa yang harus engkau dan aku lakukan - mungkin aku hanya melakukan apa yang telah menjadi sesuatu yang harus aku lakukan.
Saat engkau memutuskan untuk memilih dan melanjutkan perjalananmu dengan seseorang itu - hatiku merasa bahwa engkau telah berlaku tidak adil terhadapku - walaupun dari sisimu, itu semua engkau lakukan karena engkau harus memilih resiko yang paling sedikit dari berbagai kemungkinan resiko yang akan engkau hadapi. Tapi begitulah, aku selalu merasa bahwa - engkau hampir - tidak akan menghadapi resiko sama sekali bila melanjutkan perjalanan bersamaku. Ironis bukan? Aku - yang dengan gagah perkasa mengatakan "ayo pilihlah aku, dan aku jamin kamu akan menjadi bahagia bila memilih aku!" ternyata, itu - hanya merupakan iklan kecap yang selalu menyebut dirinya nomor satu, dimatamu.
Bila suatu saat, kita bertemu lagi dan engkau nanti melihat aku bahagia, maka aku akan berterima kasih kepadamu, karena berarti pilihan dan keputusan yang engkau 'ambilkan' buatku adalah sangat tepat.
Begitupun, bila suatu saat nanti kita bertemu lagi dan engkau melihat aku seperti tidak bahagia, maka akupun berterima kasih kepadamu, karena berarti aku telah mendapat pelajaran tentang cara membuat keputusan dan membuat pilihan (walau mungkin kamu akan berkata, 'sudah terlambat' untuk memilih dan memutuskan).
Nanti, engkau pasti menjadi bagian keputusan dan pilihan yang akan aku anggap 'sangat' menentukan dalam bagian-bagian perjalananku.
Begitupun dengan siapa yang akan menjadi 'pilihan' dan siapa (beruntung?) yang aku ajak untuk mengambil 'keputusan' nantinya, pasti akan menjadi 'bagian' yang sangat menentukan dalam bagian-bagian perjalananku yang lainnya.
Kenapa?
Karena engkau, dia, dia ..... dan dia yang lainnya ternyata adalah bagian-bagian penting dari kisah perjalanan kehidupanku...


inspirated from my friend's real story

Tuesday, January 04, 2005

Sambut Tahun Baru Walau Ada Duka

Berbagai bentuk solidaritas untuk saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara harus kita lakukan dalam bentuk nyata. Dan itu, harus!
Dan kitapun tidak boleh berlarut-larut dalam duka tanpa usaha.
Mari menyumbang, mari membantu, mari menjadi relawan, paling tidak: mari do'akan saudara-saudara kita yang sedang dalam musibah itu.
Tahun baru 2005 sudah kita masuki. Kita sambut tahun ini, dengan KESADARAN, bahwa Tiada kekuatan yang bisa mengalahkan kekuatan Yang Maha Perkasa. Tuhan Pencipta Alam.
Kita songsong tahun baru ini dengan semangat baru. Semoga, dengan kekuatan yang masih ada, kita dapat membangun diri kita pribadi, keluarga dan masyarakat sekeliling kita. Membangun pribadi, membangun hati dan jiwa agar semakin 'dewasa' dalam arti yang luas. Amiin...